Terlalu dini jika satu pernyataan dijadikan bukti keretakan politik.
Namun politik sering kali dimulai dari pertanyaan-pertanyaan kecil.
Dan kalimat “untuk sementara membawa bekal dari rumah” adalah salah satunya.
Sebab jika makanan negara dinilai belum cukup aman untuk diberikan kepada anak-anak, maka persoalannya bukan lagi sekadar menu. Yang dipertaruhkan adalah kredibilitas sistem.
MBG Jangan Menjadi Arena Adu Narasi Politik
Pemerintah tentu memiliki hak untuk mengevaluasi MBG. Bahkan evaluasi seharusnya dilakukan setiap kali muncul persoalan yang menyangkut keselamatan penerima manfaat.
Tetapi publik juga memiliki hak untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab ketika terjadi kegagalan.
Jangan sampai anak-anak menjadi korban, orang tua diminta bersabar, sementara persoalan berhenti pada janji evaluasi.
Lebih jauh lagi, jangan sampai MBG berubah menjadi arena tarik-menarik kepentingan politik.
Jika Gibran benar-benar ingin memastikan anak-anak aman, membawa bekal dari rumah untuk sementara adalah langkah yang logis.
Tetapi pemerintah harus menjelaskan sampai kapan “sementara” itu berlaku, apa hasil evaluasinya, siapa yang diperiksa, dan apa yang diperbaiki.
Di sisi lain, Gerindra dan seluruh mesin pemerintahan tidak perlu alergi terhadap kritik.
Program sebesar MBG justru membutuhkan pengawasan yang keras agar tidak berubah menjadi proyek yang kebal dari pertanyaan.
Sebab keselamatan anak tidak mengenal koalisi.
Anak-anak tidak tahu siapa Gerindra, siapa Solo, siapa pendukung Prabowo, atau siapa pendukung Gibran.
Mereka hanya tahu satu hal: makanan yang diberikan kepada mereka harus aman.
Karena itu, jika benar ada perbedaan pandangan di balik pernyataan Gibran, publik berhak mengetahuinya. Tetapi jika tidak ada, pemerintah juga harus membuktikannya melalui perbaikan nyata.
Jangan sampai “bekal dari rumah” hanya menjadi solusi sementara untuk masalah yang sebenarnya jauh lebih besar.
Sebab kalau negara meminta rakyat mempercayai makanan yang disediakan negara, maka negara pula yang harus memastikan kepercayaan itu tidak ikut keracunan.
Perbedaan pandangan antara kedua kubu ini tentu bisa dilihat mulainya perbedaan jalan politik kedepannya nanti.[dit]
