Hukum  

Uchok Sky CBA Pertanyakan BCA yang Membantah Saham Haji Isam

Gebrakan Pasar! Haji Isam Guyur Rp936 Miliar Borong Saham Emiten Nikel PACK/(Foto: ANTARA)

FAKTANASIONAL.NET | Isu mengenai kabar rencana masuknya pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam ke jajaran pemegang saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menjadi sorotan.

Pihak BCA sebelumnya telah membantah isu tersebut melalui EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.

Bantahan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru dari Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi. Ia mempertanyakan posisi BCA sebagai perusahaan terbuka dan bagaimana seharusnya manajemen menyikapi transaksi saham di pasar modal.

“Bantahan dari pihak Bank BCA ini, banyak publik mempertanyakan Bank BCA itu perusahaan apa, apakah perusahaan terbuka, perusahaan tertutup, atau perusahaan oligarki?” kata Uchok Sky kepada wartawan, Senin (5/10/2026).

Menurut dia, apabila BCA merupakan perusahaan terbuka, maka transaksi jual beli saham merupakan mekanisme yang lazim terjadi di pasar modal. Karena itu, menurut Uchok, siapa pun yang memiliki kemampuan membeli saham sesuai ketentuan pasar modal pada dasarnya tidak dapat begitu saja dilarang oleh manajemen.

“Kalau ia perusahaan terbuka, siapa saja yang mau beli saham Bank BCA, tidak boleh dibantah, harus diperbolehkan, atau tidak boleh ditolak oleh manajemen Bank BCA,” ujarnya.

Namun demikian, Uchok mengakui bahwa persoalan akan berbeda apabila pembelian saham dalam jumlah besar dilakukan hingga mengubah struktur pengendalian perusahaan. Masuknya investor besar sebagai calon pemegang saham pengendali memiliki konsekuensi terhadap tata kelola dan komposisi pengurus perusahaan.

Dalam pandangan Uchok, kekhawatiran manajemen BCA terhadap kemungkinan masuknya Haji Isam dapat dikaitkan dengan potensi perubahan struktur kekuasaan di internal perusahaan. Ia menduga pemegang saham pengendali baru nantinya berpotensi melakukan perubahan terhadap jajaran manajemen maupun komisaris.

“Ketika Haji Isam masuk, otomatis akan menjadi pemegang saham pengendali, dan akan banyak menyingkirkan orang-orang di lingkaran elit manajemen bank tersebut,” tutur Uchok.

Uchok bahkan membuat prediksi mengenai kemungkinan perubahan komposisi jajaran komisaris BCA apabila terjadi perubahan pengendalian. Ia menyebut nama Jahja Setiaatmadja dan Tonny Kusnadi sebagai pihak yang menurutnya berpotensi terdampak.