Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla masih berlangsung di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya mendukung. Pemerintah mengharapkan perubahan cuaca dapat membantu meredakan kebakaran dan dampak kabut asap.
Sebelumnya, Anwar Ibrahim menelepon Prabowo Subianto pada Kamis, 8 Oktober 2026, untuk membahas persoalan karhutla. Dilansir dari Bernama, Anwar menyebut Prabowo bersedia mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi situasi yang menyebabkan kabut asap di Malaysia.
“Masalah kabut asap ini memang mengkhawatirkan. Saya secara pribadi menghubungi Presiden Prabowo, dan beliau setuju untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Anwar setelah meninjau persiapan penyampaian Anggaran 2027 di Kementerian Keuangan Malaysia.
Anwar juga menyatakan bahwa Malaysia telah menawarkan kerja sama kepada Indonesia selama beberapa minggu terakhir. Menurutnya, kabut asap menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.
Malaysia turut meningkatkan operasi penyemaian awan yang hampir setiap hari dilakukan Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) bersama instansi terkait. Namun, situasi kabut asap masih menjadi perhatian.
Anwar juga menginstruksikan Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan dan Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Datuk Seri Arthur Joseph Kurup untuk berkoordinasi dengan mitra mereka. Mohamad turut diminta menghubungi Sekretariat ASEAN guna mengoordinasikan pertemuan para menteri lingkungan.[dit]











