Kerangka ini memberi peringatan bagi kepemimpinan Polri: apabila kritik terus disingkirkan, keputusan dapat kehilangan pengujian yang dibutuhkan untuk mencegah kesalahan.
Risiko berikutnya dijelaskan Elizabeth Morrison dan Frances Milliken melalui konsep organizational silence, yaitu kondisi ketika informasi tentang persoalan organisasi tertahan secara kolektif.
Jika anggota melihat bahwa pujian mendapat tempat sementara kritik mendatangkan tekanan, mereka dapat memilih diam. Akibatnya, pimpinan menerima gambaran yang tampak baik meskipun persoalan pelayanan dan pengawasan terus berlangsung.
Dari sisi komunikasi, penelitian Carl Hovland dan Walter Weiss menunjukkan bahwa kredibilitas sumber memengaruhi penerimaan pesan. Implikasinya, apresiasi dari pihak yang diragukan independensinya dapat kehilangan daya meyakinkan.
Polri berisiko ikut menanggung kerugian reputasi ketika keberhasilannya dibela melalui pernyataan berlebihan yang mengabaikan fakta dan pengalaman warga.
Penelitian Tom R. Tyler mengenai legitimasi kepolisian menempatkan keadilan perlakuan sebagai unsur penting kepercayaan masyarakat. Kesempatan warga untuk didengar, netralitas keputusan, penghormatan terhadap martabat, dan keterpercayaan aparat memiliki pengaruh terhadap penilaian publik.
Karena itu, pembelaan yang meremehkan keluhan warga justru berisiko melemahkan hubungan yang menopang legitimasi Polri.
Kapolri diharapkan menjaga saluran pengaduan yang dapat diakses, memastikan kritik berbasis fakta ditindaklanjuti, serta menilai masukan berdasarkan isinya.
Pengamat dan organisasi juga bertanggung jawab menjaga independensi dengan menerapkan standar yang sama saat mengakui keberhasilan maupun mengoreksi kegagalan.
Kredibilitas Suyudi dan Polri akan menguat apabila masyarakat melihat persoalan ditangani secara adil dan kesalahan diperbaiki secara terbuka.
Memelihara pujian tanpa batas hanya akan memperlebar jarak antara citra dan kenyataan, sedangkan keberanian menerima koreksi memberi masyarakat alasan untuk percaya.
Oleh: HAMDI PUTRA (Forum Sipil Bersuara/FORSIBER)











