JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Aksi demo ojek online dan driver online yang digelar di Jakarta dan di daerah, Selasa (20/5/2025) berakhir dengan aman.
Di Jakarta para ojol dan driver melakukan demonstrasi bubar perlahan sekitar pukul 17.40 WIB. Massa bubar setelah perwakilan mereka kembali usai audiensi dengan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan di Kantor Kemenko Polkam.
Sebelum bubar, orator melalui pengeras suara menyampaikan bahwa perwakilan ojol akan dipanggil oleh Komisi V DPR pada Rabu (21/5/2025) besok.
Sebelumnya, Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono menuturkan lima tuntutan utama para driver ojol dalam demonstrasi besar se-Indonesia ini.
Pertama, meminta Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjatuhkan sanksi tegas kepada aplikator pelanggar regulasi. Ini mencakup pelanggaran Permenhub PM Nomor 12 Tahun 2019 dan Kepmenhub KP Nomor 1001 Tahun 2022.
Kedua, mendesak Komisi V DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan yang melibatkan Kemenhub, asosiasi pengemudi, dan pihak aplikator.
Ketiga, menuntut agar potongan aplikasi maksimal hanya 10 persen. Keempat, meminta revisi tarif penumpang serta penghapusan sejumlah program, seperti aceng, slot, hemat, dan prioritas yang dinilai merugikan pengemudi.
Kelima, menuntut agar tarif layanan makanan dan pengiriman barang ditetapkan secara adil dengan melibatkan asosiasi pengemudi, regulator, aplikator, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
Sedangkan aksi demonstrasi ojol hari yang digelar serentak di sejumlah kota seperti Medan dan Surabaya juga berakhir aman dan damai.
Demo ojol di Medan digelar di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Kota Medan. Ribuan driver odari berbagai aplikator yang tergabung dalam Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) menuntut penghapusan tarif yang tidak manusiawi bagi ojol melalui program ongkos murah.











