Habib Syakur Sebut Pembentukan Kedubes Israel di Indonesia Terbuka Lebar Pasca-Prabowo Gabung BoP Donald Trump

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid kecewa berat atas keputusan Presiden Prabowo yang “menyerahkan diri” untuk tunduk dan disetir Amerika Serikat (AS), sehingga menjadi negara sukarelawan bergabung dalam Board Of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden AS Donald Trump.

“Ini konyol dan keputusan yang enggak jelas. Kalau Amerika selama ini mengeluarkan effort besar mengalahkan negara-negara lain, lha Indonesia malah menyerahkan diri sama Amerika, konyol. Gitu loh,” kata Habib Syakur kepada awak media, Minggu (1/2/2026).

Habib Syakur menegaskan, dalam pergaulan internasional, negara lemah yang kelihatan menjadi anak baik tidak akan dihargai oleh negara lain. Justru sebaliknya akan diremehkan, bahkan bisa ditindas.

“Ada pun negara yang kuat, punya prinsip, dan tidak mudah diatur itu akan disegani negara lain. Amerika kan mikirin rakyatnya dan kepentingan bangsanya. Bukan mikirin kepentinhan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Habib Syakur mengecam keras bergabungnya pemerintah Indonesia bersama Trump untuk Dewan Perdamaian Gaza. Apalagi tujuan pembentukannya untuk memuluskan kemauan Israel menguasai Palestina.

Habib Syakur menilai keputusan konyol ini sama artinya Indonesia mendukung penjajahan Israel terhadap Palestina, dimana 80 persen wilayah Palestina sudah diduduki oleh Israel. Rakyat Palestina hanya menguasai 20 persen dan terkungkung.

Ia juga menilai keputusan Indonesia ikut BoP akan menopang kekejaman Israel yang terus melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.