SANGGAU, FAKTANASIONAL.NET – Seorang pria paruh baya bernama Johin (50) ditemukan meninggal dunia di perairan Sungai Kapuas wilayah Desa Sungai Mayam Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau pada Selasa (26/5/2026) pagi.
Penemuan jasad korban tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB usai jajaran Polsek Meliau menerima laporan dari masyarakat setempat.
Personel Polsek Meliau bersama tim medis dari Puskesmas Meliau segera mendatangi lokasi untuk mengevakuasi mayat laki-laki yang mengapung di aliran sungai tersebut.
Berdasarkan identifikasi petugas diketahui bahwa korban merupakan warga Dusun Sungai Kodang yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari rotan.
Kapolsek Meliau Iptu Supar menjelaskan bahwa korban berangkat mencari rotan pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan perahu bermesin 2 PK.
“Korban diketahui pergi mencari rotan menggunakan speed air kecil bermesin 2 PK. Namun beberapa jam kemudian, perahu milik korban ditemukan warga dalam kondisi terbalik di sekitar Jetty PT MAS,” ujar Iptu Supar saat memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.
Perahu milik pria tewas tenggelam tersebut pertama kali ditemukan dalam kondisi terbalik oleh seorang warga bernama Agus Susanto pada pukul 11.00 WIB.
Warga dan keluarga korban sebelumnya telah melakukan pencarian darurat dengan menyusuri aliran sungai serta area hutan di sekitar lokasi jatuhnya korban.
“Pencarian sempat dihentikan sekitar pukul 20.00 WIB karena kondisi cuaca memburuk dan situasi sudah malam. Selanjutnya warga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak terkait untuk melakukan pencarian lanjutan,” ungkap Iptu Supar.
Pihak kepolisian bersama tim Basarnas dan tenaga medis langsung melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap jasad korban di lokasi penemuan.
Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Meliau memastikan sama sekali tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang memicu kecurigaan tindak pidana.
Korban dipastikan meninggal dunia murni akibat gagal bernapas atau kekurangan oksigen saat berada di dalam kedalaman air.
Pihak keluarga telah menyatakan ikhlas menerima insiden pria tewas tenggelam ini sebagai musibah dan menolak untuk menuntut pihak mana pun.
“Dari hasil koordinasi dan pulbaket bersama keluarga, mereka memahami bahwa kejadian ini adalah musibah. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi,” jelas Iptu Supar.
Jenazah korban langsung diserahkan pihak kepolisian kepada keluarga untuk segera dibawa ke rumah duka dan dimakamkan secara layak.
Kepolisian kembali mengimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas di Sungai Kapuas agar selalu memperhatikan kelengkapan keselamatan guna menghindari risiko kecelakaan fatal.
(*Red)










