FAKTANASIONAL.NET — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil peran yang lebih besar dalam aktivitas pelayaran internasional di Selat Malaka.
Langkah ini dinilai krusial agar Indonesia tidak hanya menjadi negara yang dilalui kapal asing, melainkan mampu memperoleh nilai tambah ekonomi nasional dari sektor layanan maritim.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, dalam Strategic Maritime Forum yang digelar pada peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) 2026 di Jakarta, Kamis (25/6).
Forum tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Senior Director Transportation Danantara Asset Management Wamildan Tsani Panjaitan, serta Kepala Badan Kebijakan Transportasi Irjen Pol. Dr. Capt. Hermanta.
“Selat Malaka bukan hanya jalur pelayaran internasional. Bagi Indonesia, kawasan ini adalah ruang strategis untuk memperkuat kedaulatan maritim sekaligus menangkap nilai ekonomi yang lebih besar dari aktivitas perdagangan dunia,” ujar Achmad.
Baca Juga: Perkuat Kedaulatan Maritim di Pasifik, Pemprov Papua dan Kemenhub Kembangkan Pelabuhan Korido
Sediakan Layanan Maritim Andal
Achmad menjelaskan bahwa Indonesia harus memperkuat kehadirannya melalui penyediaan layanan maritim yang aman, andal, dan kompetitif.
Ragam komoditas layanan yang perlu dioptimalkan meliputi jasa pemanduan, penundaan, ship to ship transfer, transshipment, floating storage, hingga berbagai layanan pendukung kapal lainnya.











