FAKTANASIONAL.NET — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026.
Catatan ini mengakhiri tren positif pertumbuhan perdagangan luar negeri Indonesia yang sebelumnya berhasil mempertahankan surplus selama 70 bulan berturut-turut.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa faktor utama yang memicu defisit ini adalah tingginya tekanan pada sektor minyak dan gas bumi (migas).











