FAKTANASIONAL.NET – Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PLN UP3 Kubu Raya, Selasa (7/7/2026), sebagai bentuk kekecewaan atas pemadaman listrik yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk bertuliskan “PLN Seribu Alasan, Pemerintah Diam, Masyarakat Jadi Korban, Kalbar Redup” sebagai bentuk protes terhadap pelayanan PLN.
Koordinator aksi, Hadi Iqbal, mengatakan masyarakat membutuhkan kepastian tanggung jawab dari PLN atas dampak pemadaman listrik yang telah merugikan pelanggan. Menurutnya, permintaan maaf saja tidak cukup tanpa adanya kepastian mengenai kompensasi sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku.
Ia menilai pemadaman listrik telah menimbulkan berbagai kerugian, mulai dari rusaknya bahan makanan karena kulkas tidak berfungsi, terganggunya aktivitas masyarakat, hingga kerugian pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan kepada PLN, yakni meminta kompensasi kepada pelanggan terdampak dipublikasikan secara terbuka, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja serta komunikasi publik PLN, dan memulihkan hak-hak masyarakat yang terdampak pemadaman listrik.
Massa juga menyoroti informasi jadwal pemadaman yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurut mereka, pemberitahuan sering terlambat dan durasi pemadaman di sejumlah wilayah berlangsung lebih lama dibandingkan jadwal yang diumumkan.











