Daerah  

Kang Ai Ubah Desa Jadi Destinasi Wisata Goa Nyalindung

Kang Ai di depan Goa Nyalindung, Pangandaran, Jawa Barat. Foto: Pikiran Rakyat

FAKTANASIONAL.NET – Tidak semua orang yang melihat persoalan di kampungnya memilih meninggalkan kampung tersebut. Sebagian justru bertanya: bagaimana kalau persoalan itu dijadikan titik awal perubahan?

Itulah yang dilakukan Ai Nurhidayat, pemuda asal Pangandaran, Jawa Barat, yang lebih dikenal sebagai Kang Ai.

Kisahnya kembali dibicarakan pada Juli 2026 ketika ia menjadi pembicara dalam Campus Roadshow SATU Indonesia Awards di IPB University, Bogor. Ia bercerita tentang perjalanan yang dimulai dari kegelisahan melihat persoalan di masyarakat hingga akhirnya memperoleh SATU Indonesia Awards pada 2019.

Dikutip dari Kumparan, 17 Juli 2026, Ai tidak memulai dari sebuah proyek wisata besar.

Awalnya, gagasan yang ia bangun lebih dekat dengan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Setelah menyelesaikan pendidikan di Jakarta, ia memilih kembali ke daerah asalnya. Ia kemudian terlibat dalam kegiatan literasi dan pemberdayaan masyarakat.

Dari proses tersebut, ia semakin mengenal persoalan desa.

Bagi Kang Ai, persoalan desa tidak bisa selalu dilihat dari kekurangan. Desa juga mempunyai aset yang sering tidak dihitung sebagai aset ekonomi: alam, budaya, masyarakat, tradisi dan pengetahuan lokal.

Cara pandang tersebut kemudian berkembang di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Desa tersebut menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra dan berkembang sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Programnya tidak hanya berbicara mengenai wisata, tetapi juga ekonomi lokal, lingkungan dan ruang belajar sosial.

Yang membuat cerita Cintakarya menarik adalah cara wisata dikembangkan.

Salah satu daya tariknya adalah Gua Nyalindung, sebuah ekowisata dengan stalaktit yang membentang sekitar 1,5 kilometer. Ada pula paket agrowisata bernama “Berlibur ke Rumah Nenek”.

Nama paket tersebut saja sudah memberikan gambaran bahwa wisata tidak selalu harus dibuat seperti taman hiburan modern.

Pengalaman yang ditawarkan justru bisa berasal dari sesuatu yang sangat sederhana: kehidupan desa.

Wisatawan dapat melihat bagaimana masyarakat desa hidup, mengenal lingkungan, menikmati alam, dan mengalami suasana yang berbeda dari kehidupan perkotaan.

Perubahan itu kemudian menciptakan ekosistem kewirausahaan masyarakat.