Fakta Nasional

Anggota DPR Pertanyakan Kinerja Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Rizki Faisal, menyoroti kinerja Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung (Kejagung) yang dinilai belum optimal. Pertanyaan tersebut disampaikan langsung kepada Jaksa Agung…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 14 November 2024 📖 1 menit
Anggota DPR Pertanyakan Kinerja Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Rizki Faisal/TVP

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Rizki Faisal, menyoroti kinerja Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung (Kejagung) yang dinilai belum optimal. Pertanyaan tersebut disampaikan langsung kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam rapat kerja Komisi III DPR RI, Rabu (13/11/2024).

Faisal menyatakan keheranannya atas kinerja PPA yang belum menunjukkan hasil yang signifikan, padahal lembaga tersebut telah dibentuk sejak setengah tahun lalu.

Ia menekankan pentingnya peran PPA dalam meningkatkan pendapatan negara melalui pemulihan aset hasil tindak pidana, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“Saya ingin tahu, apa kinerja PPA saat ini? Apakah ada kendala yang menghambat kinerja mereka?” tanya Faisal.

Legislator asal Kepulauan Riau ini juga mengingatkan bahwa PPA memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi nyata dalam pemulihan aset negara. Namun, hingga kini belum terdengar gebrakan berarti dari lembaga tersebut.

“Mungkin saya singkat aja Pak, untuk di internal khususnya di lembaga Kejagung sudah hampir setengah tahun badan Pusat Pemulihan Aset apa yang kita kenal sebagai PPA sudah dibentuk,” ujar Rizki Faisal.

"Saat-saat ini sangat kita butuhkan pemasukan uang ke negara,” tandasnya.

Pertanyaan Faisal ini menjadi sorotan dalam rapat kerja tersebut. Kejaksaan Agung diharapkan dapat memberikan penjelasan rinci mengenai kinerja PPA, termasuk kendala yang dihadapi dan langkah-langkah yang akan diambil untuk meningkatkan efektivitas lembaga tersebut.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK