Anggota Komisi III DPR RI Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Polisi
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi III DPR RI, Surahman Hidayat, mengecam keras dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah oknum polisi hingga menewaskan Darso (43), warga Kampung Gilisari, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota S…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi III DPR RI, Surahman Hidayat, mengecam keras dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah oknum polisi hingga menewaskan Darso (43), warga Kampung Gilisari, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Surahman mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Saya mengecam keras dugaan tindakan penganiayaan tersebut yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum polisi serta mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap dan memproses hukum pelaku secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu,” tegas Surahman.
Surahman juga meminta agar investigasi dilakukan secara mendalam untuk mengungkap latar belakang insiden tersebut. Ia menyatakan dukungannya terhadap langkah cepat Polda Jawa Tengah dalam menangani kasus ini.
“Peristiwa ini memerlukan penegakan hukum yang adil terhadap pelaku, serta investigasi menyeluruh terhadap motif dan latar belakang yang memicu tragedi ini. Masyarakat berhak mengetahui kebenaran, dan Polri harus menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas institusi,” tambahnya.
Selain itu, Surahman menyoroti pentingnya perhatian terhadap aspek kesehatan mental dan pengelolaan emosi anggota Polri. Ia menyerukan perlunya pelatihan manajemen konflik, pengendalian stres, dan program pendukung kesehatan mental bagi personel Polri guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Di akhir pernyataannya, Surahman menegaskan komitmen Komisi III DPR RI dalam mendukung upaya pembenahan internal Polri.
“Kami di Komisi III DPR RI akan mengawal dan mendukung setiap langkah Polri dalam menangani kasus ini dengan adil, serta mendorong pembenahan internal yang lebih komprehensif. Reformasi dalam tubuh Polri bukan hanya untuk memperbaiki citra institusi, tetapi juga untuk memastikan kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tutup Surahman.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Polri dalam menjalankan tugas secara profesional dan menjunjung tinggi keadilan.[dnl]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.