Atasi Krisis Pangan Akibat Embargo AS, Kuba Terima Bantuan 15.000 Ton Beras dari China
FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah Kuba resmi menerima pengiriman bantuan pangan berupa 15.000 ton beras dari China yang bersandar di Pelabuhan Havana. Bantuan ini datang di saat negara Karibia tersebut tengah berjuang menghadapi krisis pangan akut sert…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah Kuba resmi menerima pengiriman bantuan pangan berupa 15.000 ton beras dari China yang bersandar di Pelabuhan Havana. Bantuan ini datang di saat negara Karibia tersebut tengah berjuang menghadapi krisis pangan akut serta dampak embargo ekonomi berkepanjangan yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat (AS).
Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, menyampaikan apresiasi tertinggi dan rasa terima kasihnya atas sokongan pangan dari sekutu regionalnya tersebut.
"Kami menerima dengan penuh rasa syukur yang mendalam atas 15.000 ton beras yang dikirim rakyat, partai, pemerintah China," tulis Diaz-Canel melalui unggahannya di media sosial X.
Baca Juga: Membongkar Praktik Aseng “Menaklukan” Aparat agar Tambang Illegal Tak Tersentuh Hukum
Diaz-Canel menjelaskan bahwa logistik pangan yang tiba tersebut merupakan pengiriman tahap pertama dari total komitmen bantuan 60.000 ton beras yang dijanjikan oleh Beijing. Bantuan ini dipastikan akan langsung didistribusikan secara masif ke berbagai fasilitas publik dan masyarakat luas.
"Gestur solidaritas yang mulia ini akan menjangkau jutaan konsumen di seluruh provinsi dan kotamadya khusus Isla de la Juventud, di samping lembaga kesehatan dan pendidikan kita. Ikatan persahabatan dan kerja sama yang erat yang membuat kami semakin kuat di saat-saat krusial seperti ini," lanjut Diaz-Canel.
Senada dengan sang presiden, Duta Besar China untuk Kuba, Hua Xin, menegaskan pentingnya pengiriman logistik ini bagi hubungan diplomatik kedua negara. Ia menyebut komitmen total 60.000 ton beras tersebut sebagai salah satu sokongan terbesar dari negaranya.
"Bantuan pangan terbesar dari negara kami (China) dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Dubes Hua Xin.
Dampak Sanksi Energi dan Embargo Panjang AS
Kuba tercatat telah berada di bawah sanksi embargo perdagangan ketat oleh Amerika Serikat sejak tahun 1962.
Pemerintah Havana secara konsisten menyuarakan bahwa kebijakan isolasi ekonomi dari Washington inilah yang menjadi akar utama kelangkaan pangan dan obat-obatan di dalam negeri.
Kondisi geopolitik dan domestik Kuba kian memburuk pasca-tindakan agresif pemerintahan Donald Trump terhadap sekutu utama Kuba, Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta intervensi langsung pada kebijakan energi di kawasan tersebut.
AS mengancam akan menjatuhkan sanksi berat bagi pihak atau negara mana pun yang nekat menjual minyak ke Kuba. Padahal, selama ini Kuba sangat bergantung pada pasokan minyak murah dari Venezuela untuk menggerakkan roda ekonomi mereka.
Akibat blokade pasokan energi ini, kelangkaan bahan bakar tak terhindarkan dan memperparah krisis pemadaman listrik massal yang telah lama melumpuhkan aktivitas harian warga Kuba.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.