Fakta Nasional

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Landa Mayoritas Wilayah Indonesia pada Agustus

FAKTANASIONAL.NET – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau tahun 2026 tiba lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hawa panas yang mulai terasa menyengat di berbagai daerah belakangan ini menjadi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 21 May 2026 📖 2 menit
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Landa Mayoritas Wilayah Indonesia pada Agustus
Ilustrasi-Fenomena El Nino yang terkonfirmasi oleh BMKG dan WMO berpotensi memicu kondisi kemarau yang lebih kering dari normalnya tahun ini./Dok. https://mandiriamalinsani.or.id/
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau tahun 2026 tiba lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hawa panas yang mulai terasa menyengat di berbagai daerah belakangan ini menjadi penanda awal masuknya fase kering di wilayah Nusantara.

Melalui analisis data iklim yang mendalam, BMKG telah memetakan sebaran geografis serta linimasa pergeseran cuaca menuju puncak musim kemarau di seluruh Indonesia.

Hingga memasuki bulan Mei 2026, data BMKG mencatat sebanyak 184 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 26,3 persen wilayah Indonesia sudah resmi memasuki musim kemarau.

Ekspansi cuaca kering ini diperkirakan akan meluas pada bulan Juni dengan tambahan 163 ZOM yang mulai terbebas dari curah hujan tinggi.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Menerjang Sejumlah Wilayah, BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang!

Fase awal dari puncak kemarau itu sendiri diproyeksikan mulai terjadi pada bulan Juli 2026, dengan cakupan wilayah terdampak mencapai 12,6 persen.

Agustus Jadi Titik Terpanas

Gelombang kemarau sesungguhnya diprediksi baru akan mencapai eskalasi tertinggi secara serentak pada bulan Agustus 2026. Pada periode puncak tersebut, sebanyak 429 ZOM yang mewakili 61,4 persen wilayah Indonesia akan mengalami titik terpanas dan terkeringnya.

Wilayah yang diproyeksikan bakal menerima dampak paling signifikan dari puncak kemarau ini meliputi:

  • Sebagian besar wilayah Pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta.

  • Wilayah bagian tengah dan selatan Pulau Sumatera.

  • Hamparan luas di Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi.

Tren suhu udara yang tinggi disertai kelembapan rendah ini dilaporkan masih akan berlanjut hingga bulan September 2026 untuk beberapa kawasan tertentu lainnya.

Kesiapsiagaan dan Operasi Modifikasi Cuaca

Guna mengantisipasi potensi kekeringan parah, krisis air bersih, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BMKG terus mempertajam pengawasan operasional.

Sistem peringatan dini cuaca serta layanan informasi iklim kini dioptimalkan secara masif hingga menjangkau skala pemerintahan desa.

Selain langkah pemantauan, pemerintah juga telah menyiagakan skenario Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara terukur.

Teknologi hujan buatan ini siap dieksekusi sewaktu-waktu apabila kondisi riil di lapangan membutuhkan intervensi darurat untuk membasahi lahan gambut atau mengisi waduk penampungan air.

Kendati ancaman kemarau panjang sudah berada di depan mata, BMKG mencatat adanya dinamika atmosfer yang memicu anomali cuaca.

Sepanjang pertengahan hingga akhir bulan Mei 2026, beberapa kawasan di Indonesia terpantau masih memiliki peluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Mengingat kondisi cuaca di lapangan yang masih dinamis, BMKG mengimbau masyarakat luas untuk terus memantau pembaruan data iklim berkala agar tetap sigap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK