BNN Beberkan Operasi Penangkapan Dewi Astutik, Buron Kasus 2 Ton Sabu
FAKTANASIONAL.NET – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Suyudi Ario Seto mengungkap proses panjang di balik keberhasilan penangkapan Paryatin alias Dewi Astutik, sosok yang diduga menjadi aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu. Perny…
FAKTANASIONAL.NET – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Suyudi Ario Seto mengungkap proses panjang di balik keberhasilan penangkapan Paryatin alias Dewi Astutik, sosok yang diduga menjadi aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Anti Narkotika Nasional (HANI) di Lido, Bogor, Kamis (23/7/2026).
Suyudi menegaskan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh BNN seorang diri. Menurutnya, dukungan masyarakat, kementerian, lembaga, serta berbagai instansi menjadi faktor penting dalam memerangi jaringan narkoba internasional.
Ia mengatakan, "BNN memang ada di depan, tapi kita tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu bantuan dari segenap elemen masyarakat, kementerian, lembaga, dan juga seluruh badan yang ada di Indonesia," dikutip dari detikcom.
Ia menjelaskan, keberhasilan menangkap Dewi Astutik merupakan hasil kerja sama lintas negara.
Buronan yang diduga terkait penyelundupan 2 ton sabu pada Mei 2025 itu berhasil diamankan di Sihanoukville, Kamboja melalui koordinasi berbagai lembaga.
Dalam keterangannya yang dikutip dari detikcom, Suyudi menegaskan bahwa tidak boleh ada batas negara yang menjadi tempat berlindung bagi pelaku kejahatan narkotika.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa batas negara tidak boleh menjadi perlindungan bagi pelaku kejahatan narkotika," ujarnya.
Operasi penangkapan dipimpin Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Roy Hardi Siahaan setelah pembentukan tim khusus atas instruksi Kepala BNN RI.
Selain BNN, operasi tersebut melibatkan Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, BAIS TNI, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Dewi Astutik, yang juga masuk daftar buronan Korea Selatan, ditangkap ketika menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville bersama seorang warga Pakistan berinisial AH.
Setelah diamankan, keduanya dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas.
Suyudi menegaskan keberhasilan tersebut menjadi bukti kuat komitmen BNN RI bersama aparat penegak hukum dalam memburu pelaku kejahatan narkotika hingga ke luar negeri melalui sinergi internasional, sebagaimana dikutip dari detikcom.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.