Fakta Nasional

KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron

FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi berjanji segera memanggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Pemeriksaan ini terkait kasus suap dan penerimaan di kementerian tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan hal itu pada Selasa, 27 Ok…

Penulis: ayu Tuesday, 27 October 2026 📖 1 menit
KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron

FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi berjanji segera memanggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Pemeriksaan ini terkait kasus suap dan penerimaan di kementerian tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan hal itu pada Selasa, 27 Oktober 2026.

"Tentunya secepatnya, ya. Karena memang penyidik membutuhkan keterangan dari NW. Apalagi pihak-pihak yang ada di lingkaran NW ini beberapa ditetapkan sebagai tersangka, baik orang kepercayaan maupun juga ada Dirjen, dan beberapa pihak yang juga ada di lingkaran NW ini sudah dilakukan penggeledahan," kata Budi.

Budi menjelaskan bahwa keterangan Nusron penting untuk melacak aliran uang. Penyidik ingin mengetahui apakah korupsi ini berhenti pada tersangka atau ada alur perintah lain. Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan pada Senin, 14 September 2026.

Petugas mengamankan 19 orang dari wilayah Jabodetabek. KPK menyita barang bukti uang tunai senilai kurang lebih Rp106,3 miliar. Uang itu tersimpan di rumah beberapa pihak terkait. KPK lantas menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Para tersangka meliputi Dirjen PPTR Lampri hingga Dirut PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adi. Ada juga orang kepercayaan menteri seperti Arif Sugiyanto dan Erwin. Seluruh tersangka langsung ditahan di Rutan KPK sejak 15 September 2026.

Perkara ini berkaitan dengan pengurusan HGB tanah Summarecon di Bogor. Penyidik juga mendalami gratifikasi mutasi jabatan serta pelayanan pertanahan lainnya. KPK akan terus mengusut kasus ini secara menyeluruh.[ayu]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK