Fakta Nasional

Danantara Indonesia Konsolidasi 4 Manajer Investasi BUMN, Kelola AUM Lebih dari Rp170 Triliun

FAKTANASIONAL.NET — Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia secara resmi memulai langkah strategis membentuk raksasa manajemen aset nasional. Pembentukan institusi berskala besar ini ditandai dengan penandatanganan Share Purchase Agreement (SP…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 24 July 2026 📖 2 menit
Danantara Indonesia Konsolidasi 4 Manajer Investasi BUMN, Kelola AUM Lebih dari Rp170 Triliun
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir (kiri) bersama Global CEO JBS Gilberto Tomazoni (kanan) usai pengumuman kemitraan investasi senilai 2,5 miliar Dolar AS di Jakarta, Jumat (7/8/2026)./Dok. infobanknews

FAKTANASIONAL.NET — Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia secara resmi memulai langkah strategis membentuk raksasa manajemen aset nasional.

Pembentukan institusi berskala besar ini ditandai dengan penandatanganan Share Purchase Agreement (SPA) oleh PT Danantara Asset Management (DAM) untuk mengambil alih empat perusahaan manajer investasi milik BUMN.

Keempat anak usaha BUMN yang dikonsolidasikan tersebut adalah:

  • PT Mandiri Manajemen Investasi

  • PT BRI Manajemen Investasi

  • PT BNI Asset Management

  • PT PNM Investment Management

Melalui penandatanganan transaksi tersebut, kendali penuh atas keempat perusahaan manajer investasi tersebut kini resmi beralih ke DAM.

Secara akumulatif, entitas hasil konsolidasi ini mengelola dana masyarakat atau Asset Under Management (AUM) dengan nilai fantastis, yakni menembus lebih dari Rp170 triliun per Juni 2026.

Baca Juga: Danantara Dorong Integrasi Hilirisasi Mineral Kritis Lewat Kolaborasi BUMN

Langkah Strategis Memperkuat Industri Nasional

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa langkah ini jauh lebih besar ketimbang sekadar aksi korporasi atau transaksi pengalihan saham biasa. Menurutnya, ini adalah fondasi awal lahirnya institusi manajemen investasi nasional yang jauh lebih tangguh.

"Ini merupakan langkah besar untuk memperkuat industri manajemen investasi nasional. Keempat perusahaan ini memiliki pengalaman, jaringan, dan kapabilitas yang kuat, serta secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp170 triliun," ujar Dony dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Dony menambahkan bahwa seluruh potensi dan keunggulan dari masing-masing manajer investasi akan diintegrasikan melalui penataan strategi serta tata kelola (governance) yang lebih solid.

Harapannya, entitas ini dapat tumbuh lebih kompetitif dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia.

Fondasi Institusi Berdaya Saing Tinggi

Senada dengan Dony, Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, menyambut positif aksi konsolidasi ini.

Ia menilai bergabungnya empat kekuatan besar ini akan menjadi pijakan penting dalam menciptakan pemain utama di industri pengelolaan aset nasional.

"Konsolidasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun institusi manajemen investasi nasional yang memiliki skala, kapabilitas, dan tata kelola yang semakin kuat," kata Hardiyanto.

Guna memastikan kestabilan industri dan kenyamanan investor, pihak DAM menyatakan bahwa proses integrasi akan dijalankan secara bertahap.

Seluruh proses akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential), kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku, serta menjamin kesinambungan layanan bagi seluruh nasabah dan mitra usaha.

Baca Juga: Danantara Indonesia Bantah PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA: Fokus Awasi “Transfer Pricing”


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK