DPR Desak Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Amikom Yogya Saat Aksi Unjuk Rasa
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, yang meninggal dalam aksi demonstrasi di Mapolda DIY. Ia pun mendesa…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, yang meninggal dalam aksi demonstrasi di Mapolda DIY.
Ia pun mendesak agar kasus tersebut diusut tuntas. Bonnie menegaskan, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan hingga menelan korban jiwa.
“Saya turut berduka cita atas gugurnya Rheza. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Bonnie dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/9/2025).
Bonnie yang juga seorang ayah mengaku bisa merasakan duka mendalam orang tua Rheza. Mahasiswa berusia 21 tahun itu diketahui berpamitan kepada keluarganya pada Sabtu (30/8) malam, namun esok paginya ditemukan sudah meninggal di RSUP Dr. Sardjito dengan kondisi tubuh penuh luka. Menurut keterangan keluarga, Rheza sebelumnya dikabarkan terkena gas air mata.
Forum BEM DIY melalui akun resminya menjelaskan, Rheza ikut serta dalam aksi di Yogyakarta. Saat situasi ricuh, motor yang ia kendarai tiba-tiba mogok, bersamaan dengan tembakan gas air mata aparat. Rheza terjatuh, sementara rekannya berhasil menyelamatkan diri.
Menanggapi hal tersebut, Bonnie menegaskan bahwa konstitusi menjamin kebebasan berpendapat melalui unjuk rasa, sehingga aparat seharusnya melindungi mahasiswa, bukan sebaliknya.
“Dalam keadaan tak berdaya, mahasiswa justru harus dilindungi, bukan dianiaya hingga kehilangan nyawa,” tegasnya.
Ia juga menyinggung prinsip hukum internasional, bahwa bahkan dalam situasi perang sekalipun, pihak yang sudah tidak berdaya harus tetap dilindungi.
“Apalagi ini bukan medan perang, melainkan unjuk rasa mahasiswa. Aparat tidak boleh meluapkan emosinya,” tambah legislator asal Banten I itu.
Politisi PDI Perjuangan tersebut mendesak agar kasus kematian Rheza diusut secara tuntas. Menurutnya, pelaku penganiayaan harus dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum, dan kepolisian wajib mematuhi SOP dalam pengendalian massa.
“Tidak boleh ada lagi korban jiwa. Aparat harus disiplin menjalankan prosedur. Pelaku harus diproses hukum,” tegasnya.
Bonnie juga mengajak semua pihak menahan diri serta mengedepankan perdamaian. Ia menekankan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi hukum tertinggi.
“Marilah kita dengarkan suara rakyat dan mahasiswa. Tegakkan hukum secara adil, demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” pungkasnya.[zul]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.