Fakta Nasional

Drama Hercules vs Ahmad Bahar, Putri Ahmad Bahar Akui Dipaksa Buka Hijab di Markas GRIB Jaya

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kisruh tentang dugaan pemaksaan buka jilbab yang diberlakukan di Ormas GRIB Jaya semakin memanas. Putri dari penulis buku Ahmad Bahar, F (33) bersama Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni, menda…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 23 May 2026 📖 2 menit
Drama Hercules vs Ahmad Bahar, Putri Ahmad Bahar Akui Dipaksa Buka Hijab di Markas GRIB Jaya

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kisruh tentang dugaan pemaksaan buka jilbab yang diberlakukan di Ormas GRIB Jaya semakin memanas.

Putri dari penulis buku Ahmad Bahar, F (33) bersama Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni, mendatangi gedung Komnas HAM dan Komnas Perempuan pada Kamis (21/5/2026), dikutip laman tribun-video.

F mengadukan tindakan tak manusiawi yang dilakukan oleh anggota GRIB Jaya bahkan Ketua GRIB Hercules de Marshal. Dalam aduannya, F menyebut adanya perlakuan tak menusiawi yang dia alami seusai dibawa ke markas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026).

Gufroni menegaskan bahwa pihaknya akan menyampaikan fakta dugaan perlakuan tak manusiawi itu agar mendapatkan perlindungan dari Komnas HAM dan Perempuan.

Kepada awak media, Gufron menuturkan bahwa F diinterogasi dengan tidak manusiawi di Markas Pusat GRIB Jaya.

"Ada perlakuan-perlakuan yang sangat tidak manusiawi yang dilakukan oleh anggota Ormas GRIB termasuk juga oleh bapak Hercules," ucap Gufron.

"Poin-poin substansinya nanti kami akan sampaikan kepada Komisioner Komnas HAM fakta-fakta apa yang terjadi pada saat klien kami diintrogasi oleh Hercules di Markas Pusat GRIB Jaya,” lanjutnya.

Apakah Hercules juga melakukan tindakan tidak manusiawi tersebut? Gufroni membenarkannya. Hal ini membuat F sangat trauma.

“Beliau ini sangat traumatik. Kalau ada mobil di depan rumah atau ada orang yang tidak dikenal itu sangat takut,” ujar Gufroni.

Pengakuan F

Dalam kesaksiannya, saat dibawa ke Markas GRIB Jaya, F mengaku diminta menunggu Hercules selaku Ketua Umum GRIB Jaya.

Kemudian ketika bertemu Hercules, F mengaku dituduh mengirim ancaman kepada Hercules dan istrinya. Namun tuduhan itu dibantan oleh F.

“Setelah Pak Hercules datang, Pak Hercules masih tetap bilang, 'kamu nih ya ngapain ancam-ancam saya dan istri saya'. Saya bilang, 'maaf Pak, bukan saya'. Tapi beliau tetap tidak percaya,” ujar F.

F turut mengungkap adanya ucapan yang menurutnya tidak pantas dilontarkan kepadanya, termasuk perintah untuk melepas jilbab.

“Dia bilang, 'kamu nih gimana sih kamu kan perempuan, kamu harusnya berbuat baik, copot aja itu jilbab kamu',” tutur F.

Tak hanya itu, F juga mengaku diancam tidak bisa pulang jika ayahnya tidak datang menemui Hercules.

Lebih dramatis lagi, F menyebut Hercules sempat mengeluarkan pistol dan menembakkannya sebanyak dua kali.

Meski berkali-kali membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya, F mengaku tetap disalahkan.

Putri dari penulis Ahmad Bahar diketahui didatangi belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026).

Rombongan tersebut datang sekitar pukul 14.00 WIB dengan tujuan mencari keberadaan Ahmad Bahar di rumahnya.

Mereka ingin menanyakan terkait konten TikTok milik Ahmad Bahar yang dinilai menyudutkan Ketum GRIB Jaya Hercules.

Lantaran Ahmad Bahar tak ada di rumah, rombongan anggota GRIB itu membawa F yang saat itu berada di rumah.

Istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, menceritakan bahwa putrinya dipaksa ikut ke kantor GRIB Jaya agar Ahmad Bahar mau datang dan menemui Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.

Sedianya, setelah kejadian itu Ahmad Bahar telah mengklarifikasi bahwa nomor WhatsApp nya telah diretas.

Ahmad Bahar dan GRIB juga sebelumnya telah berdamai dan dimediasi di Polres Metro Depok.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK