Fakta Nasional

Ketua Fraksi PKB Jazilul Fawaid: Usut Tuntas Mafia Judi Online Tanpa Pandang Bulu

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, menyoroti maraknya kasus judi online (Judol) yang semakin melibatkan berbagai kalangan, termasuk aparat dan pejabat negara. Jazilul, yang akrab disapa Gus Jazil, meminta aparat ke…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 27 November 2024 📖 1 menit
Ketua Fraksi PKB Jazilul Fawaid: Usut Tuntas Mafia Judi Online Tanpa Pandang Bulu

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, menyoroti maraknya kasus judi online (Judol) yang semakin melibatkan berbagai kalangan, termasuk aparat dan pejabat negara. Jazilul, yang akrab disapa Gus Jazil, meminta aparat kepolisian bersikap tegas dan tidak pandang bulu dalam menindak pelaku judi online.

“Judi online sudah menjadi persoalan serius yang menjangkiti hampir semua lapisan masyarakat. Polisi harus mengusut tuntas jaringan ini tanpa memandang status pelaku, baik itu pejabat, keluarga tokoh politik, maupun politisi ternama,” ujar Gus Jazil, Selasa (26/11/2024).

Gus Jazil mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang telah menetapkan 24 tersangka dalam kasus judi online, termasuk pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Namun, ia menyayangkan keterlibatan sejumlah tokoh penting, termasuk keluarga politisi, dalam jaringan tersebut.

“Ini sangat memprihatinkan. Judi online bukan hanya merusak moral masyarakat, tetapi juga mencederai integritas lembaga negara. Oleh karena itu, aparat harus terus mengusut jaringan ini sampai ke akarnya,” tegas legislator asal Dapil Jawa Timur X itu.

Menurut data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terdapat sekitar 3,5 juta pemain judi online di Indonesia, dengan hampir 80 persen berasal dari kalangan menengah bawah. Perputaran uang dalam judi online pun meningkat drastis, mencapai Rp327 triliun pada 2023, dibandingkan Rp80 triliun pada 2022.

“Angka-angka ini menunjukkan bahwa judi online adalah virus sosial yang sangat berbahaya. Dampaknya nyata, mulai dari kekerasan, penipuan, hingga pembunuhan. Kita semua, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat, harus ikut bertanggung jawab dalam mengatasi masalah ini,” ungkap Gus Jazil.

Gus Jazil menekankan pentingnya integritas aparat dalam menangani kasus judi online. Ia meminta tidak ada pelaku yang dilindungi, apalagi jika memiliki kekuatan politik atau ekonomi.

“Tidak boleh ada main mata. Semua yang terlibat harus ditindak sesuai hukum. Judi online harus diberantas demi menjaga moral bangsa,” tandasnya.

Dengan meningkatnya kasus dan dampak judi online, Gus Jazil berharap langkah konkret dari seluruh pihak untuk menghentikan fenomena yang meresahkan ini. “Masalah ini tidak boleh dianggap remeh. Jika dibiarkan, dampaknya akan semakin merusak tatanan sosial dan ekonomi bangsa,” pungkasnya.[dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK