Fakta Nasional

KPK Periksa Direktur Keuangan Bank BJB Periode 2021-2023

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Keuangan Bank BJB periode 2021-2023, Nia Kania, dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Bara…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 13 October 2026 📖 1 menit
KPK Periksa Direktur Keuangan Bank BJB Periode 2021-2023
Gedung KPK di Jakarta, kantor pusat Komisi Pemberantasan Korupsi yang menjalankan tugas pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia/(FKN)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Keuangan Bank BJB periode 2021-2023, Nia Kania, dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB), Senin (12/10/2026).

Selain Nia, penyidik juga memanggil Khandinar Sidiq yang menjabat sebagai Officer PPA Divisi Umum Bank BJB Kantor Pusat.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan kedua saksi tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

“Untuk hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk,” kata Budi Prasetyo, Senin (12/10/2026).

Pemeriksaan terhadap kedua saksi tersebut merupakan bagian dari pendalaman penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB tahun anggaran 2021-2023.

Dalam perkara ini, KPK menduga terdapat penyimpangan dalam pengadaan iklan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp223,6 miliar.

Penyidik juga mendalami dugaan penyisihan dana non-budgeter dari anggaran pengadaan iklan serta penelusuran aliran dan peruntukan dana tersebut.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK