Mahfud MD: AWAS... DPR Jangan Ubah Isi RUU Rampas Aset
FAKTANASIONAL.NET - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, di kanal YouTube Mahfud MD Official mengupas tuntas tiga isu terpanas. Antara lain, soal RUU Perampasan Aset Koruptor. Tiga isu itu, yakni RUU Perampasan As…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, di kanal YouTube Mahfud MD Official mengupas tuntas tiga isu terpanas. Antara lain, soal RUU Perampasan Aset Koruptor.
Tiga isu itu, yakni RUU Perampasan Aset, manuver politik tingkat tinggi kubu Joko Widodo, hingga anjloknya kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
RUU Perampasan Aset Didukung Pitra Romadoni, Koruptor Diminta Tak Bisa Nikmati Hasil Kejahatan
Analisis itu dalam podcastnya yang tayang Senin (31/8/2026) malam.
Sorotan pertama tertuju pada janji DPR RI yang bersedia mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset paling lambat Selasa, 15 Desember 2026.
Mahfud MD saat jadi menkopolhukam pernah bertarung nyali menghadapi para anggota DPR demi meloloskan aturan ini. Meski menyambut baik komitmen wakil rakyat tersebut, Mahfud melontarkan kritik tajam.
Kekhawatiran akan draf naskah akademik yang dipreteli secara diam-diam oleh anggota DPR menjadi ketakutan yang sangat berdasar.
"Harus kembali ke pedoman pembuatan hukum yang demokratis, itu kan ada meaningful participation. Naskah akademiknya harus disebar ke masyarakat, diminta pendapat para pakar. Jangan tiba-tiba, saya sudah janji lalu disahkan, ternyata isinya lain," tegas Mahfud.
Mahfud menawarkan jalan keluar pragmatis bagi para pejabat yang 'berkeringat dingin' ketakutan hartanya disita.
Yaitu dengan memberikan masa transisi pemutihan harta selama beberapa bulan.
"Sesudah undang-undang ini berlaku, segera lapor ke KPK, ini kekayaan saya. Sesudah di-declare dan putih, baru kejahatan lagi yang terhitung," ungkapnya.
Dikatakan, pentingnya undang-undang ini berjalan ke depan tanpa melahirkan kegaduhan.
Tensi perbincangan menukik tajam saat menyinggung bocornya video Ketua Umum Projo, Budi Arie, yang memprediksi adanya dinamika politik "sebelum 2029" dalam forum yang juga dihadiri Jokowi.
Di saat publik riuh menuding adanya niat sabotase, Mahfud justru membaca fenomena ini sebagai permainan catur politik yang sangat elegan.
"Secara politis ini menguntungkan Pak Jokowi. Nama Pak Jokowi itu harus beredar, dari sisi itu bagus. Ini bagian dari permainan politik yang canggih menurut saya," papar Mahfud.
Ucapan Budi Arie di Samping Jokowi Dipertanyakan, Pengamat Soroti “Begin van Uitvoering”
Ia menganalisis bahwa kegaduhan publik hingga aksi teguran PSI kepada Budi Arie mungkin saja sebuah skenario psikologis untuk memecah fokus, mencari sensasi panggung, sekaligus memberikan daya tekan terselubung kepada kubu Prabowo.
Sorotan beralih pada isu paling sensitif: hasil survei independen (seperti Tempo, SMRC, dll) yang memotret tingkat kepuasan publik (approval rating) pada pemerintahan Prabowo yang terjun bebas ke kisaran 37 persen.
Mahfud membenarkan bahwa angka tersebut adalah buah dari buruknya tata kelola pemerintahan di fase-fase awal kepemimpinan Presiden Prabowo.
Mahfud juga memberikan apresiasi atas respons diam-diam Prabowo yang dinilainya mulai mau mendengar kritik rakyat.
Prabowo kini dinilai mulai menanggalkan ego dengan mengurangi intensitas pelesiran ke luar negeri secara drastis, serta mengurangi pidato berbalut improvisasi tak terukur yang selama ini kerap menjadi parodi netizen.
Mahfud memuji keberanian Prabowo merombak karut-marut tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk menutup puluhan hingga ratusan dapur yang tak efisien.
Ia juga tak segan "menyentil" kasus dugaan korupsi besar, seperti skandal Bea Cukai, yang terkesan mandek karena disinyalir menyeret nama-nama dekat penguasa.
Ia juga menyindir keras sikap menteri yang dahulu berjanji manis namun kini kinerjanya loyo.
"Dari Menteri Keuangan sudah setahun sebentar lagi dia jadi menteri, gak ada yang dulu dijanjikan... hebatnya bukan main, blek blek blek, sekarang jadi kerupuk orangnya," sindir Mahfud dengan nada kecewa.
Menkeu Purbaya Punya Mobil Listrik Baru Miliaran, Xpeng X9 Jadi Sorotan
Sebagai penutup yang menenangkan, Mahfud membawa kesejukan dari kunjungannya ke Tambak Beras, Jombang dalam rangka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Ia mendefinisikan ulang esensi "Warga NU" sebagai siapa saja, dari latar belakang agama apa pun, yang memiliki napas kebangsaan dan menjunjung tinggi pluralisme selayaknya pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Mahfud mengucapkan selamat kepada K.H. Miftachul Akhyar yang terpilih kembali sebagai Rais Aam, serta Gus Kikin (K.H. Abdul Hakim Mahfudz) sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU yang baru.
"Bersatulah, buang dan hilangkan, singkirkan pengalaman-pengalaman pahit yang baru-baru ini terjadi. Majulah NU ke depan sebagai kekuatan masyarakat yang telah berhasil ikut membangun negara," pesan Mahfud dengan penuh emosi yang menggugah. (dwo)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.