Fakta Nasional

Menguak Misteri 26 Nama Besar di Balik Korupsi Makan Bergizi Gratis

FAKTANASIONAL.NET - Tensi pengusutan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian memanas seiring dengan pengakuan mengejutkan dari pihak pertahanan tersangka. Melansir dari CNN pada Rabu (10/6/2026), Krisna Murti selaku kuasa hukum mantan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 11 June 2026 📖 1 menit
Menguak Misteri 26 Nama Besar di Balik Korupsi Makan Bergizi Gratis
Ironi Eks Jenderal: Dicopot Presiden, Sony Sonjaya Buron Usai Sembunyikan Harta Triliunan/(Foto: Tangkap Layar RMOL)

FAKTANASIONAL.NET - Tensi pengusutan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian memanas seiring dengan pengakuan mengejutkan dari pihak pertahanan tersangka.

Melansir dari CNN pada Rabu (10/6/2026), Krisna Murti selaku kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, secara terang-terangan membongkar indikasi intervensi dari puluhan tokoh berpengaruh di balik proyek bernilai fantastis tersebut.

Dalam penjelasannya, Krisna membeberkan bahwa kliennya menerima tekanan psikologis dari 26 individu penting yang terafiliasi erat dengan lingkaran eksekutif, legislatif, hingga yudikatif.

Daftar panjang nama tokoh elite tersebut bahkan sudah diserahkan langsung ke hadapan penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.

Tim hukum mengklaim bahwa segala bukti komunikasi dan lobi-lobi para tokoh tersebut terekam abadi dalam perangkat ponsel pribadi Sony yang kini berstatus sitaan aparat.

Menyusul pengajuan resmi kliennya sebagai Justice Collaborator, Krisna mendesak agar ruang percakapan tersebut dibongkar secara transparan ke publik.

Faktor tekanan dan pengerahan pengaruh politik inilah yang diklaim sebagai dalih utama mengapa Sony terpaksa memberikan perizinan beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kendati kemitraan tersebut sangat menyalahi regulasi tata kelola.

Sengkarut rasuah ini rupanya tidak hanya mandek pada penunjukan yayasan fiktif tanpa kualifikasi yang terafiliasi petinggi BGN.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menguraikan bahwa ketiga tersangka—Sony, Dadan Hindayana, dan Lodewyk Pusung—diduga kuat mendalangi penggelembungan dana (mark up) yang luar biasa tidak wajar.

Kerugian negara dalam program ini diperparah oleh daftar belanja yang jauh melenceng dari esensi operasional MBG.

Rincian pengadaan yang memicu polemik meliputi 21.801 unit motor listrik berbanderol total Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 perangkat tablet genggam, hingga pembelian 5.400 unit televisi raksasa berukuran 75 inci.

Deretan angka fantastis ini menjadi bukti telanjang dugaan perampasan uang negara.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK