Menlu Qatar Usulkan Blok Negara Berkembang Pesat, Dorong Negara Kecil Berperan dalam Perdamaian Dunia
FAKTANASIONAL.NET - Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, mengusulkan pembentukan kelompok internasional bernama Thriving States atau Negara-Negara yang Berkembang Pesat. Gagasan tersebut ditujukan bag…
FAKTANASIONAL.NET - Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, mengusulkan pembentukan kelompok internasional bernama Thriving States atau Negara-Negara yang Berkembang Pesat.
Gagasan tersebut ditujukan bagi negara-negara kecil yang mampu menjadikan keterbatasan wilayah sebagai keunggulan untuk membangun kemakmuran dan berkontribusi terhadap perdamaian dunia.
Usulan itu disampaikan Jassim pada Sabtu (7/11). Ia menilai negara-negara dengan wilayah relatif kecil memiliki potensi besar untuk mengambil peran lebih luas dalam menjaga stabilitas internasional.
Menurutnya, negara-negara tersebut memiliki karakter tangkas, stabil, makmur, dan tepercaya. Mereka juga dinilai mampu memberikan kontribusi penting bagi kesejahteraan global.
"Oleh karena itu, saya ingin mengusulkan sebutan yang berbeda untuk kelompok negara tertentu: negara-negara yang tangkas, stabil, makmur, dan tepercaya, yang telah mengubah ukuran wilayah mereka menjadi sebuah keunggulan serta menjadi kontributor penting bagi perdamaian dan kemakmuran global. Saya menyebut mereka sebagai 'Negara-Negara yang Berkembang Pesat'," ujar Jassim mengutip Anadolu Agency, Sabtu (7/11).
Jassim menjelaskan, kontribusi negara-negara berkembang pesat tidak hanya terlihat dalam mendorong kemakmuran global. Kelompok negara tersebut juga dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan perdamaian internasional.
Ia menegaskan, pencapaian itu bukan hasil inisiatif satu negara secara individual. Sebaliknya, keberhasilan tersebut terbentuk melalui pendekatan kolektif, terstruktur, dan akumulatif.
Namun, Jassim mengingatkan bahwa negara-negara kecil justru semakin sering menjadi pihak pertama yang terdampak konflik. Padahal, konflik tersebut bukan mereka yang menciptakannya.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya kerja sama antarnegara dengan kemampuan dan sumber daya yang saling melengkapi.
Jassim mengakui negara-negara berkembang pesat tidak mungkin menyelesaikan seluruh tantangan global sendirian. Mereka juga tidak dapat menggantikan tanggung jawab negara-negara besar.
"Namun, dengan menggabungkan keahlian, kemampuan ekonomi, dan jaringan diplomatik mereka, negara-negara ini dapat membantu membangun serta menjaga rantai perdamaian dan stabilitas bagi dunia," katanya.
Ia juga menekankan bahwa negara-negara tersebut tidak boleh menyerahkan tanggung jawab menjaga stabilitas kepada pihak lain, apalagi hanya bersikap pasif.
"Sejarah dipenuhi oleh jejak mereka yang hanya menjadi penonton pasif; sejarah hanya merayakan mereka yang bertindak untuk membentuk jalannya peristiwa," ujar dia.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.