Menlu Sugiono Jalin Komunikasi Intensif dengan AS-Iran, Dorong Mediasi Konflik di Timur Tengah
FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi telah melakukan komunikasi langsung dengan otoritas Amerika Serikat (AS) dan Iran. Langkah ini diambil sebagai respons atas eskalasi militer yang kian memanas…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET– Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi telah melakukan komunikasi langsung dengan otoritas Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Langkah ini diambil sebagai respons atas eskalasi militer yang kian memanas di kawasan Timur Tengah dalam sepekan terakhir.
Keterangan tersebut disampaikan Menlu Sugiono usai menghadiri pertemuan strategis Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh nasional di Istana Merdeka, Selasa (4/3/2026) malam.
"Saya berkomunikasi dengan kedua belah pihak, pihak AS dan pihak Iran. Kita tunggu bagaimana nanti, karena dia mengatakan akan lihat situasinya beberapa hari dan beberapa minggu ke depan," ujar Sugiono kepada wartawan.
Tawaran Mediasi Presiden Prabowo
Baca Juga: Menlu Iran Bantah Klaim Donald Trump Terkait Kematian Ayatollah KhameneiDalam komunikasi tersebut, Indonesia secara resmi menawarkan diri untuk menjadi jembatan dialog. Menlu Sugiono menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki keinginan kuat untuk berperan aktif menurunkan tensi ketegangan di wilayah tersebut.
"Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau (Araghchi) terima," jelasnya.
Namun, Sugiono menggarisbawahi bahwa efektivitas mediasi sangat bergantung pada kemauan politik dari pihak-pihak yang bertikai.
"Yang pasti Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita," tegas Sugiono.
Konteks Eskalasi Militer
Situasi di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah terjadi saling balas serangan pada Sabtu (28/2/2026).
Konflik yang melibatkan Israel, AS, dan Iran ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang skala luas.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Kementerian Luar Negeri sebelumnya menyatakan bahwa Presiden Prabowo siap melakukan kunjungan diplomatik langsung ke Teheran apabila kedua belah pihak sepakat untuk menempuh jalur perundingan.
Indonesia terus menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan kembali ke meja diplomasi, mengingat kegagalan perundingan sebelumnya telah berdampak pada jatuhnya korban dan rusaknya stabilitas keamanan kawasan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.