Fakta Nasional

Perangi Korupsi: KPK dan Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Karakter

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk memperluas jangkauan pencegahan korupsi. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), kedua lembaga…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 21 January 2026 📖 1 menit
Perangi Korupsi: KPK dan Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Karakter
KPK resmi menahan 8 tersangka termasuk pejabat kementerian terkait aliran dana ilegal senilai puluhan miliar rupiah./fkn.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk memperluas jangkauan pencegahan korupsi.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), kedua lembaga sepakat bahwa penegakan hukum saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan internalisasi nilai-nilai integritas sejak dini di tengah masyarakat luas.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menyatakan bahwa Muhammadiyah adalah mitra kunci karena memiliki jutaan pengikut dan ribuan lembaga pendidikan.

Kolaborasi ini akan fokus pada pengembangan kurikulum antikorupsi yang berbasis nilai keagamaan. Dengan menyasar sekolah dan perguruan tinggi, diharapkan lahir generasi baru yang memiliki benteng moral kuat terhadap godaan praktik penyimpangan kekuasaan

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah sifat permisif masyarakat terhadap perilaku koruptif. Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi adalah perang budaya.

Melalui kerja sama ini, kejujuran harus kembali diposisikan sebagai standar moral tertinggi, sehingga tindakan korupsi tidak lagi dipandang lumrah, melainkan sebagai noda sosial yang memalukan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK