Fakta Nasional

Polda Metro Jaya dan Keluarga Merasa Janggal dengan Kematian Sutrimo, PMJ: Mulai Penemuan Korban Sampai Penyerahan Jenazah

FAKTANASIONAL.NET - Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya/Polda Metro Jaya (PMJ) menilai kematian Sutrimo meninggalkan kejanggalan. Hal yang dimaksud adalah barang korban tidak diserahkan saat jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Sutrimo ditemuk…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 14 August 2026 📖 1 menit
Polda Metro Jaya dan Keluarga Merasa Janggal dengan Kematian Sutrimo, PMJ: Mulai Penemuan Korban Sampai Penyerahan Jenazah
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; module: photo; hw-remosaic: false; touch: (0.09074074, 0.30972221); modeInfo: ; sceneMode: 8; cct_value: 5900; AI_Scene: (6, 0); aec_lux: 132.0; aec_lux_index: 0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.…

FAKTANASIONAL.NET - Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya/Polda Metro Jaya (PMJ) menilai kematian Sutrimo meninggalkan kejanggalan. Hal yang dimaksud adalah barang korban tidak diserahkan saat jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Sutrimo ditemukan tewas di depan klinik kecantikan Mordent di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).

“Pihak keluarga juga merasa adanya kejanggalan dari mulai penemuan korban, pengantaran korban ke rumah sakit (RS), hingga penyerahan jenazah kepada keluarga. Atas hal itu, pihak keluarga membuat laporan polisi,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin kepada wartawan pada Kamis (13/8/2026).

"Hasil penyelidikan dan dalam sebuah gelar perkara sebagaimana diatur di dalam KUHAP, ada dugaan peristiwa tersebut diduga sebuah peristiwa pidana sehingga harus kami buktikan nanti. Dan di situlah kami meningkatkan dari proses penyelidikan menjadi proses penyidikan supaya clear.”

Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7/2026) yang dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans. Sesampai di sana dinyatakan sudah meninggal dunia.

Polda Metro Jaya bersama tim dokter forensik lalu melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas pada Rabu (12/8/2026). Proses ini memakan waktu sekitar 3,5 jam mulai pukul 9.30 hingga 13.00 WIB

Sebanyak delapan orang saksi sudah dimintai keterangan guna melakukan pendalaman apa penyebab pasti kematian Sutrimo.

"Tentunya saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, kami pastikan bahwa kami akan menjamin proses penegakan hukum ini secara transparan dan akuntabel. Apapun nanti hasil yang diperoleh dari kegiatan ekshumasi ini tentunya kami juga akan informasikan secara terbuka dan transparan kepada publik," ucapnya. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK