Fakta Nasional

Skandal Makan Bergizi Gratis: Kejagung Terima 41 Nama Terduga

FAKTNASIONAL.NET - Kasus korupsi dalam proyek tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menanggapi serius munculnya 41 nama yang diduga terlibat dalam pusaran rasuah terseb…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 22 June 2026 📖 1 menit
Skandal Makan Bergizi Gratis: Kejagung Terima 41 Nama Terduga
Badan Gizi Nasional (BGN) sedang menyiapkan aplikasi pemantauan digital berbasis NIK untuk memudahkan orang tua murid dan pihak sekolah mengecek menu, informasi nutrisi, hingga lokasi dapur SPPG pengolah makanan./net

FAKTNASIONAL.NET - Kasus korupsi dalam proyek tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menanggapi serius munculnya 41 nama yang diduga terlibat dalam pusaran rasuah tersebut.

Nama-nama ini mencuat setelah diungkap oleh mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, dalam pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Agustina menegaskan bahwa BGN menghormati penuh proses hukum yang tengah berlangsung. "Silakan disampaikan ke Kejagung dan menjadi bahan penyidikan," ujar Agustina saat dikonfirmasi, Senin (21/6/2026).

Pihak BGN menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk menguji kebenaran daftar nama tersebut di pengadilan.

Penambahan daftar nama ini terungkap saat kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mendampingi kliennya dalam pemeriksaan sebagai tersangka pada Kamis (18/6).

Awalnya, jumlah nama yang teridentifikasi sebanyak 26 orang, namun berkembang menjadi 41 setelah penyidik membedah data komunikasi digital milik Sony.

Krisna menyebut, mayoritas dari 41 orang yang diduga meminta jatah titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG berasal dari latar belakang politik.

Meski demikian, pihak kuasa hukum membantah Sony mendapatkan keuntungan pribadi dari pembagian jatah tersebut.

Menurut Sony, ia memberikan titik-titik tersebut semata-mata untuk mengejar target pemenuhan gizi yang telah ditetapkan.

Saat ini, Kejagung terus mendalami peran dari nama-nama yang diduga terafiliasi dengan proyek strategis pemerintah tersebut guna memastikan tidak ada pihak yang bermain di atas kepentingan rakyat.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK