Fakta Nasional

Skandal Pemerasan di Kejari HSU, KPK Sita Mobil Milik Pemkab Tolitoli

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penyelidikan kasus korupsi di lingkungan Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU) memasuki babak baru. Dalam penggeledahan yang dilakukan oleh tim KPK, ditemukan aset berupa mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten Tolitol…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 26 December 2025 📖 1 menit
Skandal Pemerasan di Kejari HSU, KPK Sita Mobil Milik Pemkab Tolitoli
Gedung KPK - KPK menetapkan Wamen Imipas Silmy Karim dan sejumlah pejabat imigrasi sebagai tersangka skandal pemerasan izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar/(ist/fkn)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penyelidikan kasus korupsi di lingkungan Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU) memasuki babak baru.

Dalam penggeledahan yang dilakukan oleh tim KPK, ditemukan aset berupa mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten Tolitoli yang berada di tangan tersangka.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keterkaitan aset antar-daerah tersebut dalam kasus ini.

Tim penyidik menyisir kediaman dinas Kepala Kejaksaan Negeri HSU, Albertinus Parlinggoman, serta beberapa lokasi lainnya di Kalimantan Selatan, dilansir pada 25 Desember 2025.

Selain menyita dokumen transaksi, petugas mengamankan satu unit mobil double cabin yang terdaftar atas nama Pemda Tolitoli. KPK masih mendalami apakah kendaraan tersebut merupakan hasil gratifikasi atau bentuk pemberian lainnya.

Kasus ini berpusat pada dugaan pemerasan yang dilakukan oknum pejabat Kejari terhadap sejumlah dinas di Kabupaten HSU, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

Total uang yang diduga dikumpulkan melalui praktik ilegal ini mencapai Rp804 juta. Hingga saat ini, para tersangka telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai undang-undang tindak pidana korupsi yang berlaku.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK