Fakta Nasional

Tanggapan DPR Terkait Status Tersangka Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penetapan status tersangka terhadap mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, oleh KPK memicu respon dari berbagai pihak, termasuk Komisi VIII DPR RI. Kasus yang berkaitan dengan dugaan korupsi kuota haji tahun 2024 ini…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 13 January 2026 📖 1 menit
Tanggapan DPR Terkait Status Tersangka Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas
Penggeledahan dilakukan guna mencari bukti tambahan pasca-OTT kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA dan gratifikasi tahun 2022-2026./zul-fkn.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penetapan status tersangka terhadap mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, oleh KPK memicu respon dari berbagai pihak, termasuk Komisi VIII DPR RI.

Kasus yang berkaitan dengan dugaan korupsi kuota haji tahun 2024 ini menjadi sorotan tajam karena menyangkut kepentingan ibadah umat Islam yang sangat krusial.

Maman Imanul Haq, Anggota Komisi VIII dari Fraksi PKB, menyatakan dukungannya terhadap langkah KPK. Ia menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara transparan dan independen.

Pengusutan tuntas sangat diperlukan agar tidak ada spekulasi negatif di tengah masyarakat. Siapa pun yang terbukti menikmati aliran dana haram tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Legislator asal Jawa Barat ini berharap kasus ini menjadi momentum perbaikan total dalam manajemen haji di Indonesia. Ia menginginkan agar ke depannya penyelenggaraan haji terbebas dari praktik kolusi dan nepotisme.

Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi landasan utama agar jemaah haji tidak lagi dirugikan oleh oknum pejabat yang menyalahgunakan wewenang.[dit]

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK