Fakta Nasional

Tewasnya Kasat Reskrim, Komisi III Bakal Panggil Kapolda, Kapolres serta Kadiv Propam Mabes dan Jadwalkan Kunjungan ke Sumbar

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi III DPR RI berencana melakukan kunjungan langsung ke Sumatera Barat guna mendalami insiden tewasnya Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto yang ditembak oleh rekannya Kabag Ops Polres Solok Selatan, A…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 23 November 2024 📖 2 menit
Tewasnya Kasat Reskrim, Komisi III Bakal Panggil Kapolda, Kapolres serta Kadiv Propam Mabes dan Jadwalkan Kunjungan ke Sumbar
Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar (kiri/menjepit rokok), penembak Kasat Reskrim AKP Ulil Ryanto Anshari saat diperiksa di Mapolda Sumbar, Jumat (22/11/2024)/Sumber Foto: Tribunews.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi III DPR RI berencana melakukan kunjungan langsung ke Sumatera Barat guna mendalami insiden tewasnya Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto yang ditembak oleh rekannya Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar.

Kunjungan yang akan dilakukan oleh beberapa anggota Komisi III DPR RI tersebut rencananya akan dilakukan pada Senin (25/11/2024) mendatang.

“Beberapa anggota (Komisi III) yang akan ke sana, saya mungkin akan memimpin langsung, atau setidaknya nanti ada Pak Rano Al-fath yang memimpin ke sana,” kata Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, Jumat (22/11/2024).

Selain itu, pada Kamis (28/11) setelah Pilkada, Komisi III juga akan memanggil Kapolda Sumatera Barat, Kapolres Solok Selatan, dan Kadiv Propam Mabes Polri untuk membahas kasus ini secara spesifik.

“Ya memang masih spesifik masalah ini, tapi karena ada Pak Kadiv Propam, kami juga ingin tahu bagaimana pemantauan kelayakan anggota ini menggunakan senjata.” ungkapnya

Dalam kasus ini, Habiburokhman juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap mekanisme penggunaan senjata api oleh anggota kepolisian.

“Apakah ada mekanisme semacam medical check-up nya, dalam konteks kematangan kejiwaannya, menggunakan senjata yang dilakukan secara rutin tiap tahun, atau seperti apa. Jangan sampai terulang lagi, kami yakin dan percaya Bapak Kapolri kita, tidak akan, memberi toleransi terhadap pelaku-pelaku seperti ini,” jelas Legislator Dapil DKI Jakarta I ini.

Ia juga menyoroti rekaman video yang menunjukkan pelaku berjalan tanpa borgol, mengenakan jaket, dan terlihat merokok di dalam ruangan tanpa rompi tahanan.

“Ini, Propamnya bagaimana? Standarnya seperti apa? Ini peristiwa yang sangat serius, membunuh orang, dengan latar belakang dugaan dia membekingi tambang ilegal. Harusnya seperti apa? Ini yang akan menjadi evaluasi, bagi teman-teman disana,” ujar Habiburokhman.

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menjelaskan, ada dua isu utama yang menjadi sorotan dalam kasus ini. Pertama, penggunaan pistol untuk menembak yang tidak dalam aturan yang seharusnya.

“Karena dia menggunakan pistol untuk menembak dan sudah merencanakan untuk menembak. Saya menduga itu sebagai pembunuhan berencana, tapi nanti penyidik silahkan memprosesnya,” kata Habib.

Kedua, latar belakang peristiwa yang diduga terkait tindakan almarhum Kasat Reskrim dalam menindak tambang ilegal galian C.

“Permasalahan yang kami dapat adalah terkait bahwa ada yang menyebutkan si pelaku ini tidak senang atas apa yang dilakukan Kasat Reskrim menindak tambang ilegal galian C. Jadi, ini dipertanyakan apakah pelaku (penembakan) ini membekingi tambang ilegal? Sehingga ketika tambang ilegal tersebut ditindak, ini juga harus diusut tuntas,” jelasnya.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK