Wamenham Mugiyanto Akan Hadiri Kongres XII DRL, Ketua Ikadin: Seribu Anggota Siap Banjiri Arena Kongres!
BANDARLAMPUNG, FAKTANASIONAL.NET – Dewan Rakyat Lampung (DRL) akan menggelar Kongres XII pada Senin, 29 Juni 2026 di Sekretariat DPD Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Lampung. Kongres tersebut akan dibarengi dialog bertajuk Ngupi Pay Jejama Wamenham…
Dengarkan Ringkasan
BANDARLAMPUNG, FAKTANASIONAL.NET – Dewan Rakyat Lampung (DRL) akan menggelar Kongres XII pada Senin, 29 Juni 2026 di Sekretariat DPD Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Lampung.
Kongres tersebut akan dibarengi dialog bertajuk Ngupi Pay Jejama Wamenham, Mugiyanto dengan tema: “Penguatan Kemajuan HAM Yang Inklusif, Berkeadilan dan Berkelanjutan di Lampung”.
Pendiri DRL, Penta Peturun, mengatakan kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB. Dia menyebut Kongres ini sebagai momentum penting yang mempertemukan masyarakat sipil dengan pemerintah dalam membahas berbagai persoalan hak asasi manusia dan keadilan sosial di Provinsi Lampung.
"Ini bukan sekadar pertemuan organisasi. Kongres ini menjadi ruang bersama untuk menyatukan gagasan, memperkuat gerakan rakyat, sekaligus membangun dialog yang produktif dengan pemerintah terkait berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Penta dikutip faktalampung, Rabu (24/6/2026).
Dia memperkirakan sekitar seribu anggota DRL akan hadir dan siap membanjiri arena Kongres VII DRL di DPD Ikadin Lampung. Mereka berasal dari berbagai posko se-antero Lampung.
Penta yang juga Ketua Ikadin Lampung menilai kehadiran anggota dari berbagai daerah menunjukkan semakin kuatnya semangat persatuan dan partisipasi masyarakat dalam mengawal isu-isu keadilan, demokrasi, serta hak asasi manusia.
“Kami mengundang anggota dari seluruh posko DRL di Lampung. Kongres ini menjadi titik temu seluruh kekuatan rakyat untuk memperkuat solidaritas, menyusun langkah bersama, dan memastikan suara masyarakat dapat tersampaikan secara langsung kepada pemerintah,” kata dia.
Selain mendengarkan paparan dari Wamenham Mugiyanto, Kongres DRL juga akan menjadi wadah diskusi berbagai persoalan sosial, hukum, dan HAM yang berkembang di Lampung.
Hasil pertemuan tersebut nantinya akan dirumuskan sebagai rekomendasi dan langkah tindak lanjut yang dapat diperjuangkan bersama.
Penta berharap Kongres Akbar DRL dapat menjadi tonggak penguatan gerakan rakyat yang berpijak pada prinsip keadilan, kemanusiaan, dan persatuan.
“Semangat kami tetap sama, rakyat harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Karena itu, dari dialog harus lahir aksi nyata yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat," tandas Penta. (Adam/Lampung)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.