Yusril Sebut Keamanan Jakarta Tetap Kondusif di Tengah Pengerahan Prajurit TNI
FAKTANASIONAL.NET – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menyatakan situasi keamanan di Jakarta masih berjalan normal di tengah pengerahan prajurit TNI dalam jumlah besar ke…
FAKTANASIONAL.NET – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menyatakan situasi keamanan di Jakarta masih berjalan normal di tengah pengerahan prajurit TNI dalam jumlah besar ke Ibu Kota.
Yusril menyampaikan hal tersebut saat ditemui awak media dalam konferensi pers di Museum Tsunami Aceh, Rabu (4/11/2026). Ia memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai alasan pengerahan pasukan karena persoalan tersebut merupakan kewenangan Menteri Pertahanan atau Panglima TNI.
"Ya, saya nggak bisa menjawab soal ini ya. Nanti mesti apa namanya, Menteri Pertahanan atau Panglima TNI yang berwenang untuk menjawab, tetapi saya secara umum mengatakan bahwa situasi keamanan di Jakarta biasa saja," kata Yusril.
Menurutnya, kondisi keamanan Ibu Kota hingga saat ini tetap berjalan sebagaimana biasanya. Aktivitas demonstrasi juga dinilai sebagai hal yang wajar dan masih dapat dikendalikan.
Yusril menjelaskan, aksi demonstrasi terakhir yang menjadi perhatiannya berlangsung pada 28 dan 29 Oktober 2026. Aksi tersebut melibatkan mahasiswa dan tidak menimbulkan insiden yang mengganggu keamanan.
Ia menegaskan bahwa menyampaikan pendapat melalui demonstrasi merupakan hak setiap warga negara selama dilakukan secara tertib dan damai.
"Kalau mau demo sih ya hak dari setiap orang untuk demo, sepanjang demo itu dilakukan secara tertib, secara damai, tidak ada pelarangan apa-apa," ujarnya.
Terkait pertanyaan mengenai kemungkinan pergantian atau pergeseran posisi dalam pemerintahan, Yusril menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden. Ia juga menyebut perkembangan tersebut sejauh ini tidak memicu gejolak.
"Dan sampai sejauh ini tidak menimbulkan gejolak apa-apa," ucapnya.
Sementara itu, Markas Besar TNI menyebut pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke Jakarta merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas menyampaikan penjelasan tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (4/11/2026).
"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan TNI, untuk kesiapsiagaan," kata Muhammad Nas.
Meski demikian, Nas tidak menjelaskan secara terperinci tujuan pengerahan pasukan tersebut. Ia hanya mengingatkan agar masyarakat tidak menghubungkan langkah TNI dengan berbagai isu lain.
"Enggak perlu dikaitkan dengan isu apapun," kata dia.
Pernyataan Yusril dan Mabes TNI tersebut sama-sama menekankan bahwa situasi keamanan Jakarta tetap terkendali dan pengerahan pasukan merupakan bagian dari kesiapsiagaan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.