JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas baru-baru ini melakukan peninjauan intensif ke Wilayah Kerja Zona 4 Subholding Upstream PT Pertamina di Sumatera Selatan. Kunjungan ini merupakan langkah proaktif pemerintah untuk memastikan dua hal krusial: optimalisasi produksi dan yang terpenting, tingkat keselamatan kerja di lapangan. Tim ESDM, dipimpin oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, menyisir beberapa lokasi vital, termasuk enam lapangan migas di Prabumulih, fasilitas Metering and Regulating Station (MRS) Jargas SOR 1 Gelumbang, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) PGN.
Penekanan pada Disiplin Keselamatan
Dalam kunjungannya, Arifin menekankan bahwa proses pengolahan migas adalah operasi berisiko tinggi dengan dinamika yang kompleks. Oleh karena itu, ia menuntut disiplin screening pekerjaan yang ketat, kepatuhan total terhadap prosedur, dan pendekatan yang berkesinambungan kepada seluruh pekerja lapangan. Pengawasan bersama antara Manajemen Pertamina dan Regulator wajib dilakukan secara langsung untuk menjaga standar keamanan dan keselamatan. Menurut Arifin, komitmen ini adalah bentuk nyata dari pemerintah untuk menjamin pemenuhan keselamatan dan keandalan operasi migas, yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi dan menjaga rantai distribusi energi nasional, dilansir pada 23 November 2025.











