“Senang sekali bisa sampai di sini. Seperti mimpi,” ujar Ani Nurani, jamaah asal Depok, Jawa Barat.
Bagi Ani, Arafah adalah tempat yang dinanti-nantikannya selama tinggal di Tanah Suci. Sebab ia meyakini bahwa haji adalah di Arafah. Ia juga tidak mempermasalahkan ruang yang kecil di dalam tenda.
“Biar sempit hati kami lapang. Tetap senang. Tamu Allah kan harus senang ya,” kata Ani.
Pada Jumat, jamaah akan menginap di Arafah. Kedatangan jamaah ke Arafah dimulai sejak pukul 08.00 hingga pukul 21.30 waktu setempat.
Keesokan harinya, Sabtu (15/6), jamaah calon haji akan melaksanakan wukuf di Arafah. Setelah Magrib, secara bertahap jamaah akan bergeser menggunakan bus ke Muzdalifah untuk mabit. Lalu pada tengah malam, jamaah akan bergeser ke Mina.
Nantinya akan ada 482 orang yang mengikuti safari wukuf. Rinciannya 182 calon haji yang sakit dan dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Sisanya adalah jamaah lansia non-mandiri dan disabilitas. Mereka akan mengikuti wukuf dari bus dan tidak turun ke tenda. Saat lontar jumrah juga diwakilkan oleh petugas.***











