Namun, Bacagub yang diusung PDI Perjuangan ini tak mau lebih rinci alasannya tidak menggunakan politik identitas dan etnisitas.
Pramono menegaskan, dampak dari politik identitas dapat menyerang golongan tertentu yang menimbulkan diskriminasi hingga radikalisasi.
Karena itu, Pramono menambahkan, pihaknya akan memakai pesta demokrasi dengan riang gembira demi mencapai tujuan untuk membahagiakan warga Jakarta.
“Politiknya harus politik riang gembira. Solid, persatuan, dan bagaimana berkomunikasi yang baik dengan masyarakat Jakarta, ‘door to door’, dari gang ke gang akan kami lakukan,” tandasnya.[ald]











