Selain itu, Indonesia perlu meningkatkan daya saing melalui teknologi, efisiensi logistik, dan akses pembiayaan bagi usaha lokal. Peningkatan kemampuan domestik ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.
Di sisi lain, tantangan geopolitik seperti konflik Rusia-Ukraina dan tragedi Gaza menunjukkan bahwa sistem dunia saat ini rentan terhadap ketidakstabilan. Indonesia, dengan prinsip “bebas aktif,” memiliki legitimasi untuk memainkan peran mediator dalam menyelesaikan konflik global secara damai.
Keberhasilan Indonesia dalam menyuarakan perdagangan yang adil di APEC harus diikuti dengan konsistensi dalam forum internasional lainnya, seperti G20, ASEAN, dan PBB.
Dengan menjaga konsistensi ini, Indonesia dapat memastikan bahwa agenda keadilan perdagangan tetap menjadi prioritas utama.
Dunia membutuhkan sistem yang tidak hanya berfokus pada kepentingan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan.
Perdagangan bebas yang adil harus memberikan akses yang sama bagi semua negara, tanpa hambatan proteksionis yang merugikan negara kecil.
Sistem yang transparan dan terorganisasi dengan baik dapat menciptakan keadilan dalam pembagian manfaat perdagangan, termasuk akses terhadap teknologi, pasar, dan pembiayaan.
Dalam mewujudkan perdagangan bebas yang adil, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada negara maju dengan mengembangkan pasar regional di Asia-Pasifik.
Kerja sama dengan negara-negara ASEAN, China, dan India dapat menciptakan pasar alternatif yang lebih inklusif. Indonesia juga harus memanfaatkan revolusi industri 4.0 untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas akses pasar internasional.
Selain itu, kerja sama Selatan-Selatan dapat menjadi strategi untuk memperjuangkan reformasi sistem perdagangan global yang lebih adil.
Indonesia dapat memimpin aliansi strategis di antara negara-negara berkembang untuk memperkuat posisi mereka dalam sistem perdagangan dunia.
Dunia membutuhkan sistem yang lebih terbuka, teratur, dan adil untuk mengatasi tantangan global saat ini.
Pernyataan Presiden Prabowo di APEC 2024 adalah langkah positif, tetapi Indonesia perlu melampaui retorika menuju implementasi nyata. Sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia-Pasifik, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh dalam menciptakan sistem dunia baru yang lebih inklusif dan merata.
Dengan memperkuat kebijakan nasional, memainkan peran aktif dalam diplomasi global, dan menjaga konsistensi dalam forum internasional, Indonesia dapat memimpin perubahan menuju dunia yang lebih adil.
Namun, keberhasilan ini hanya dapat tercapai jika pemimpin dunia lainnya juga berkomitmen untuk melampaui konflik geopolitik dan bekerja sama menciptakan masa depan yang lebih baik.
Saatnya dunia berhenti berretorika dan mulai bertindak nyata. Indonesia harus berada di garis depan perubahan ini.
Oleh: ACHMAD NUR HIDAYAT, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta.











