Rivqy Abdul Halim, yang akrab disapa Gus Rivqy, juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan untuk menindaklanjuti temuan ini. “Persengkokolan ini mengindikasikan proses tidak wajar yang mengarah pada tindak pidana korupsi. Saya dan masyarakat tentu kecewa kalau ternyata dugaan ini benar adanya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kasus korupsi di sektor perkeretaapian bukan pertama kali terjadi. “Proyek pembangunan kereta api Trans Sulawesi juga pernah tersandung kasus,” ungkapnya.
Menurut Gus Rivqy, pemberantasan korupsi dalam proyek kereta cepat sangat penting karena proyek ini menjadi kebanggaan nasional. Namun, kebanggaan tersebut tidak boleh ternoda oleh praktik korupsi.
“Tidak ada pilihan lain kecuali diusut sampai ke akarnya. Kita semua tentu bangga punya kereta cepat Whoosh, tapi kalau ada korupsi di dalamnya, itu tentu harus diusut,” pungkasnya. [dnl]










