JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Pada tanggal 13 Januari 2025, sejarah baru tercipta di dunia pasar modal Indonesia.
Perusahaan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk atau CBDK resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga penawaran perdana Rp 4.060 per saham.
Langkah ini tidak hanya menjadi momen penting bagi CBDK tetapi juga mencerminkan antusiasme tinggi dari investor terhadap prospek perusahaan ini di masa depan.
Dengan penawaran umum perdana (IPO) yang oversubscribed hingga 344,28 kali, CBDK berhasil menarik perhatian sebanyak 168.874 investor.
Hal ini menunjukkan tingginya minat pasar terhadap saham CBDK, yang pada hari pertama perdagangan langsung melonjak 25% menjadi Rp 5.075 per saham.
Lonjakan ini menjadi indikasi optimisme pelaku pasar terhadap kinerja perusahaan milik Sugianto Kusuma atau Aguan tersebut ke depannya.
Salah satu alasan utama tingginya minat investor terhadap IPO CBDK adalah rencana strategis perusahaan dalam memanfaatkan dana yang berhasil dihimpun.
Dari total perolehan IPO sebesar Rp2,3 triliun, sebagian besar dialokasikan untuk proyek Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibition (MICE).
Proyek MICE ini direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas 40 hektare, hampir dua kali lebih besar dari ICE BSD yang selama ini menjadi pusat konvensi terbesar di Indonesia.
Ambisi besar ini menegaskan posisi CBDK sebagai pemain utama di sektor properti dan pengembangan infrastruktur modern.
Tidak hanya menjadi pusat kegiatan berskala internasional, proyek ini juga dirancang untuk menarik investor domestik dan asing.











