Penekanan Tessa Mahardhika adalah, “Tak bisa ujug-ujug kosongan saja bertanya ‘apakah saudara melakukan perbuatan tersebut’, enggak bisa.”
KPK mengendus adanya indikasi mark up pada pengadaan iklan di lingkungan BJB yang diduga menimbulkan kerugian negara signifikan.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa potensi kerugian tersebut bisa mencapai setengah dari anggaran yang telah dianggarkan untuk pengadaan iklan.
Dalam kasus ini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu mantan Dirut BJB Yuddy Renaldi, pimpinan Divisi Corsec BJB Widi Hartono, serta tiga pengendali agensi terkait.
Hal ini menunjukkan bahwa kasus ini tidak hanya menyangkut satu pihak saja, tetapi melibatkan sejumlah aktor yang berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi negara.
Pemeriksaan terhadap Ridwan Kamil sebagai saksi diharapkan dapat membuka fakta lebih lanjut mengenai kronologi dan peran masing-masing pihak dalam kasus pengadaan iklan tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya KPK untuk memperkuat integritas dan transparansi dalam pengelolaan dana negara.[dit]
**











