Metode Hisab dan Rukyat dalam Penetapan Syawal
Penetapan awal bulan Syawal dilakukan dengan dua metode, yaitu hisab dan rukyat. Metode hisab merupakan perhitungan astronomi yang memperkirakan posisi dan ketinggian hilal, sedangkan rukyat mengandalkan pengamatan langsung terhadap hilal.
Dalam sidang isbat kali ini, kedua metode tersebut digunakan dengan mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Berdasarkan perhitungan terkini, posisi hilal pada Sabtu, 29 Maret 2025 diperkirakan masih di bawah ufuk, dengan derajat berkisar antara -3 hingga -1, sehingga secara teori hilal tidak mungkin terlihat.
Meskipun demikian, pelaksanaan rukyat tetap dilakukan sebagai bagian dari ajaran Islam dan untuk menjaga nilai syiar keagamaan.
Acara live streaming ini tidak hanya dinantikan oleh para peminat berita keagamaan, tetapi juga oleh seluruh umat Islam yang berharap mendapatkan kepastian terkait perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah.
Keputusan akhir yang akan diumumkan nanti memiliki dampak besar terhadap pelaksanaan ibadah dan tradisi keagamaan di seluruh Indonesia.
Seluruh proses sidang isbat diharapkan berjalan lancar dan memberikan kejelasan yang dibutuhkan umat dalam menyongsong hari yang penuh berkah.[dit]
**











