FAKTANASIONAL.NET – Kerja sama PAM Jaya dengan Bin Zayed International asal Uni Emirat Arab memicu sorotan baru terhadap proyek SPAM Jakarta yang sebelumnya dikerjakan bersama PT Moya Indonesia. Studi Demokrasi Rakyat (SDR) menilai masuknya investor baru berpotensi menjadi sinyal adanya tekanan pembiayaan dalam proyek infrastruktur air tersebut.
Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto mengatakan publik perlu mempertanyakan alasan PAM Jaya menjajaki kerja sama baru di tengah proyek eksisting dengan Moya yang masih berjalan.
“Publik berhak mengetahui apakah masuknya Bin Zayed hanya diversifikasi investasi atau ada persoalan pembiayaan dalam proyek PAM Jaya-Moya,” kata Hari, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, hingga kini PAM Jaya belum membuka secara transparan struktur pembiayaan proyek senilai sekitar Rp26 triliun tersebut, termasuk skema kredit, penjaminan, pembagian risiko, hingga potensi klausul take-or-pay dalam pembelian air.










