Sri Mulyani Ungkap Kebijakan Tarif AS di Bawah Trump Picu Proteksionisme

Sri Mulyani//(Instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pandangannya mengenai tantangan ekonomi global saat penyusunan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok–Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026 di hadapan anggota DPR, Selasa (20/5/2025).

Menurutnya, kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat di era Donald Trump memicu proteksionisme dan fragmentasi rantai pasok dunia, serta meningkatkan volatilitas ekonomi global.

Dalam rapat paripurna, Sri Mulyani menyoroti pergeseran paradigma globalisasi dari kerja sama multilateral menuju kebijakan “my country first” dan negosiasi bilateral.

Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian pada aliran barang, modal, hingga nilai tukar mata uang. Kebijakan tarif AS yang tinggi mendorong negara lain menerapkan retaliasi, sehingga menimbulkan tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga dunia.

Kebijakan tarif tinggi telah menurunkan volume ekspor-impor antara AS dan mitra dagang utama, termasuk Indonesia.

Dalam jangka pendek, pelaku usaha menghadapi biaya logistik yang membengkak dan gangguan rantai pasok bahan baku.

Untuk memperkuat ketahanan, pemerintah memprioritaskan diversifikasi pasar ekspor, memperkuat diplomasi dagang, dan memperluas kerja sama regional.

Selain itu, Indonesia aktif mengajukan negosiasi komprehensif dengan AS guna mengamankan aliran investasi dan menjaga stabilitas ekonomi domestik.