Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta menetapkan visi pembangunan 2025–2029, yaitu Jakarta Kota Global dan Pusat Perekonomian yang Berdaya Saing, Berkelanjutan, dan Menyejahterakan Seluruh Warganya.
“Kami juga merancang pengembangan tata ruang Jakarta menuju kota global yang bertumpu pada tiga pilar utama yang saling terintegrasi, yaitu Digital Oriented Development, Transit Oriented Development (TOD), dan Self-Sufficient Neighborhood,” terang Gubernur Pramono.
Ia menambahkan, dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, berbagai program prioritas telah dilaksanakan, seperti pemutihan ijazah; KJP Plus; penyerahan kunci Kampung Susun Bayam kepada 34 kepala keluarga Kelompok Tani; perubahan persyaratan pendaftaran PPSU untuk membuka lebih banyak lapangan kerja; serta perluasan akses air bersih.
“Kami juga menyempurnakan pengembangan daycare untuk keluarga produktif, serta melaksanakan job fair di 44 kecamatan, pelatihan keterampilan, peningkatan akses rumah susun, penyediaan 10 rute Transjabodetabek, penyediaan layanan transportasi MRT, LRT, dan TransJakarta gratis untuk 15 golongan masyarakat, hingga program Rabu Menggunakan Angkutan Umum bagi ASN DKI Jakarta,” jelasnya.
Adapun quick wins rencana pengembangan Jakarta ke depan meliputi: Jakarta Tumbuh ke Atas; Blok M Rasa Jakarta, Citra ASEAN; Road to #Jakarta500; Program Betawi Bangkit, Jakarta Berbudaya; Sehat Bersama, Kelas Dunia di Jakarta; Kantin Sehat Jakarta Cerdas Berkelanjutan; Air Terkelola, Kota Berkelas Dunia; dan Jakarta Bersih, Dunia Melirik.
“Dengan semangat menyongsong usia Jakarta ke-500 tahun, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berperan dalam pembangunan Kota Jakarta menuju kota yang adaptif, inklusif, berdaya saing, dan mampu memberikan dampak positif di lingkup global,” tutupnya.[zul]











