Sinyal Aneh Kapal di Selat Hormuz: Upaya Hindari Serangan

Selat Hormuz(instagram)

Meski Presiden AS menyepakati gencatan senjata setelah serangan 12 hari, Pusat Informasi Maritim Gabungan (JMIC) memperingatkan risiko maritim tetap tinggi.

Lonjakan lalu lintas komersial hingga 30% tercatat pada 24 Juni, menunjukkan kapal berusaha cepat keluar wilayah rawan. JMIC juga melaporkan gangguan elektronik pada Sistem Satelit Navigasi Global, yang berpotensi menggeser jalur kapal dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Taktik sinyal kebangsaan dan pengiriman pesan “Untuk Perintah” atau “Penjaga Bersenjata di Atas Kapal” kini menjadi bagian protokol keselamatan. Di tengah gejolak regional, strategi ini menegaskan kreativitas pelaku industri pelayaran dalam menjaga aset dan awak kapal dari ancaman konflik.[dit]