Tema tersebut sejalan dengan RPJMD Jakarta yang menempatkan lingkungan hidup serta ekonomi biru sebagai pilar transformasi menuju kota global berkelanjutan.
Pramono juga menegaskan penerapan Integrated Coastal Management (ICM) lewat skema Sustainable Development Strategy (SDS) untuk menyinergikan tata ruang, mitigasi banjir rob, serta pengelolaan pulau-pulau kecil.
Ia menyoroti potensi wisata bahari, restorasi ekosistem melalui penanaman mangrove dan transplantasi karang, hingga pemberdayaan masyarakat Kepulauan Seribu lewat perikanan berkelanjutan, ekowisata, dan UMKM berbasis kelautan.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemprov DKI meluncurkan State of The Coast (SoC) Jakarta 2025 yang berfungsi sebagai panduan strategis perlindungan pesisir, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan kelautan berkelanjutan.
“Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga rumah bagi lebih dari 10 juta penduduk dengan ratusan pulau kecil. Kami ingin menunjukkan bahwa kota besar bisa menjadi pelopor solusi global, bukan sekadar beban lingkungan,” tegasnya.
Selain diskusi kebijakan, forum ini juga mengagendakan aksi lapangan di Kepulauan Seribu berupa penanaman mangrove, transplantasi karang, restocking ikan, serta pertemuan dengan komunitas lokal penggerak lingkungan dan UMKM.
PNLG sendiri merupakan jejaring pemerintah lokal Asia Timur yang berfokus pada pengelolaan pesisir dan laut berkelanjutan. Tahun ini, forum diikuti 200 peserta dari 24 kota di 9 negara anggota, termasuk kementerian, pakar, akademisi, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat sipil.[zul]











