Direktur Utama NICL, Ruddy Tjanaka, menyebut penurunan harga nikel hanya bersifat jangka pendek. Perseroan menyiapkan langkah antisipatif sejak awal tahun.
NICL menargetkan produksi 2,6 juta ton ore hingga akhir 2025. Permohonan pembaruan RKAB telah diajukan ke Kementerian ESDM untuk menjaga kelangsungan produksi.[dit]










