Menurutnya, sebagai cucu dari tokoh besar bangsa, Nadiem dibesarkan dengan nilai-nilai kejujuran yang kuat. Ia merasa tidak mungkin Nadiem melakukan tindakan yang merugikan negara demi keuntungan pribadi.
Lebih lanjut, tokoh intelektual ini mengkritik sistem hukum yang dianggapnya bisa merusak kepercayaan publik. Jika orang-orang berintegritas justru “dihancurkan” oleh sistem saat mencoba melakukan perbaikan.
Hal ini dikhawatirkan akan mematahkan semangat generasi muda bertalenta lainnya untuk berkontribusi masuk ke dalam pemerintahan.[dit]











