Kolaborasi ini akan fokus pada pengembangan kurikulum antikorupsi yang berbasis nilai keagamaan. Dengan menyasar sekolah dan perguruan tinggi, diharapkan lahir generasi baru yang memiliki benteng moral kuat terhadap godaan praktik penyimpangan kekuasaan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah sifat permisif masyarakat terhadap perilaku koruptif. Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi adalah perang budaya.
Melalui kerja sama ini, kejujuran harus kembali diposisikan sebagai standar moral tertinggi, sehingga tindakan korupsi tidak lagi dipandang lumrah, melainkan sebagai noda sosial yang memalukan.[dit]











